Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Neurabot - Telemikroskop pertama dengan teknologi kecerdasan artifisial

 

Sejak tahun lalu saya sudah menghubungi Neurabot untuk mempelajari tentang kiprah mereka dalam Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19. 

Saat itu saya melihat potensi yang cukup besar bagi Neurabot untuk membantu rumah sakit untuk mendeteksi kelainan yang ada dalam sampel hasil operasi tumor / kanker. Ditambah lagi dengan pandangan yang jauh ke depan yang dimiliki oleh Pak Indarto. Beliau sudah mempersiapkan perpustakaan sampel digital ini sebagai data untuk machine learning. 

Sudah mulai banyak kerja sama yang dilakukan oleh Neurabot dengan berbagai lembaga, baik rumah sakit maupun universitas. Semoga kedepannya kerjasama ini makin dapat dimanfaatkan oleh puskesmas dan rumah sakit se-Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"