Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

"Tantangan" musim panas di Australia

 

Bulan Desember - Februari adalah musim panas di Australia. Hari ini, Sabtu, 26 November 2022, suhu di Sydney Airport sekitar 26 derajat Celcius, cukup hangat untuk ukuran Australia. 

Para pria dan wanita muda bahkan dewasa banyak yang mengenak rok pendek (wanita) dan celana pendek (pria) yang menampakkan paha mereka. Pemandangan ini tentu sangat mengganggu bagi orang yang biasa tinggal di lingkungan masyarakat Banjar yang sangat agamis.

Bukan cuma rok saja yang pendek, para wanita muda banyak yang mengenak pakaian, kalau dalam ukuran kita, cuma pakai "singlet" saja.

Karena itu adalah hal yang biasa di sini, jadi pemandangan seperti itu dapat kita lihat berlalu lalang di Sydney Airport. Bersyukur saya tinggal di daerah yang hampir semua wanita dewasanya menutup auratnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"