Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rahmatun lil 'alamin-nya Alula dan Aisy di YouTube menyamai Maher Zain di Spotify

 


Saat mendengarkan Rahmatun lil 'alamin Maher Zain di Spotify, mata saya tertuju pada jumlah penontonnya, 57 juta. Saya langsung ingat dengan acoustic cover lagu ini di YouTube oleh Alula dan Aisy yang juga mencapai angka yang saja, 57 juta.

Maher Zain mencapai angka itu setelah lagu itu diluncurkan selama 9 tahun, sedangkan Alula dan Aisy mencapai angka itu dalam waktu 3 bulan.

Lagu ini sangat banyak dijadikan sebagai "cover song" di Indonesia. Minggu lalu menghitung lebih dari 80 channel / saluran di YouTube yang menampilkan lagu ini dalam waktu 3 bulan terakhir. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"