Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Wajar kalau 'kaum' langgar masuk surga

 

Gambar ini dibuat oleh Microsoft Bing Creator


Saat mendengar suara 'kaum' langgar yang agak serak, terlintas dalam pikiran saya betapa mulianya pekerjaan sebagai kaum ini. Sebelum shalat Subuh (saat ini pukul 04.05 WIB di Kuala Kapuas) mereka sudah berzikir untuk membangunkan para jama'ah. Saat masuk waktu Subuh, mereka adzan. Setelah adzan mereka shalat sunat. Setelah shalat mereka mulai berwirid untuk menunggu jama'ah shalat Subuh datang. Setelah itu mereka menutup wiridnya dengan do'a. Setelah iqamah mereka memimpin shalat Subuh. Setelah shalat Subuh mereka wirid sampai pukul 05.00 WIB. Di langgar atau masjid yang lain ada yang sampai terbit matahari (05.25 WIB).

Sebelum Maghrib kaum sudah datang, saat masuk waktu (17.25 WIB), beliau adzan, setelah itu shalat sunat. Setelah itu shalawat menjelang iqamah. Setelah iqamah memimpin shalat Maghrib. Setelah shalat maghrib wirid sampai jam 18.00 WIB. Kadang beliau menunggu di langgar sampai selesai shalat Isya (19.05 WIB). 

Jadi dalam sehari, beliau menghabiskan waktu sekitar 2 jam di langgar. Dan waktu itu diisi dengan dzikir kepada Allah SWT. Dari ukuran ini saja wajar kalau mereka mendapatkan ganjaran surga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)