Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Tausiyah Jum'at - HIJRAH - oleh Ustadz Kaspul


 


Kegiatan tausiyah ini dilaksanakan oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Kapuas pada hari Jum'at, 4 Agustus 2023 di Masjid Al-Ittihad, Kantor Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. 

Adab memasuki masjid:

  1. Masuk dengan kaki kanan
  2. Membaca do'a - Allahummaftahli abwaaba rahmatik
  3. Berniat i'tikaf
  4. Melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Sebagian ulama memberikan solusi bila lupa menunaikan shalat tahiyatul masjid dengan membaca subhanallah, walhamdulillah wala haula wala quwwata illa billahi 'aliyyil adhim sebanyak 4 kali
Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah. Niat hijrah macam-macam:
1) menghindari siksaan
2) berdagang
3) ingin mencari pasangan hidup

Menyikapi hal diatas, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ"

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafs Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya untuk dunia yang ia raih atau wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia hijrahkan kepadanya.'"

Hijrah menjadi awal dari penanggalan Hijriah.

Mereka yang menyantuni anak yatim akan seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah.

Dalam kehidupan, diharapkan kita bisa menumbuhkan rasa kasih sayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)