Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Permainan "Climate Legacy – Echoes of Change" membantu mempelajari cara pemanfaatan IFRC GO

 

Saya sudah menggunakan IFRC GO sejak beberapa tahun yang lalu. Hari ini (Senin, 11 Desember 2023) saya membaca email dari IFRC yang mengajak saya untuk mencoba permainan "Climate Legacy – Echoes of Change".

Permainan tersebut cukup menantang karena perlu berhati-hati dalam melihat petunjuk yang diberikan serta menggunakan berbagai peralatan yang tersedia di website di atas untuk bisa menjawab pertanyaan. Baru saat inilah saya merasakan manfaat sebuah permainan yang membuat saya mau tidak mau mencoba berbagai peralatan yang tersedia dalam situs IFRC GO.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"