Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Belajar Python dengan Karel the Robot

 

Di era digital ini, belajar pemrograman telah menjadi salah satu keterampilan yang sangat berharga, tidak hanya bagi mereka yang berkecimpung di bidang teknologi, tetapi juga untuk berbagai profesi lainnya. Salah satu cara menarik dan efektif untuk mempelajari bahasa pemrograman Python adalah melalui penggunaan Karel the Robot. Ini adalah pendekatan yang diambil oleh Bapak Jum'atil, seorang profesional medis yang juga memiliki ketertarikan yang kuat terhadap teknologi dan kecerdasan buatan.

Karel the Robot merupakan sebuah alat pendidikan yang dirancang untuk memperkenalkan konsep-konsep pemrograman kepada pemula tanpa membebani mereka dengan kompleksitas sintaks pemrograman di awal. Melalui Karel, pengguna dapat mempelajari logika dasar pemrograman, struktur kontrol, dan pemecahan masalah secara intuitif. Karel melakukan ini dengan menyederhanakan pemrograman ke dalam tugas-tugas dasar seperti bergerak maju, belok, dan mengambil objek di sebuah dunia virtual.

Bapak Jum'atil menggunakan Karel the Robot sebagai langkah awal untuk mempelajari Python, sebuah bahasa pemrograman yang kuat dan fleksibel yang digunakan dalam berbagai aplikasi mulai dari pengembangan web hingga ilmu data dan pembelajaran mesin. Dengan mengambil pendekatan praktis ini, beliau tidak hanya memperkaya keterampilan pemrogramannya tetapi juga menyiapkan diri untuk mengintegrasikan teknologi ini ke dalam praktik medis, khususnya dalam pengembangan rekam medik elektronik.

Penggunaan Karel the Robot oleh Bapak Jum'atil menunjukkan bagaimana pembelajaran pemrograman dapat diakses oleh siapa saja, terlepas dari latar belakang profesional mereka. Ini membuktikan bahwa dengan alat yang tepat dan pendekatan yang sesuai, belajar bahasa pemrograman seperti Python dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat.

Untuk informasi lebih lanjut:

Code in Place (stanford.edu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"