Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Dashat (Dapur sehat atasi stunting) Desa Saka Lagun

 



Saka Lagun, 16 Juli 2024

Dashat (Dapur sehat atasi stunting) Desa Saka Lagun, merupakan kegiatan yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Kapuas, acara ini dibuka langsung oleh Kepada Desa Saka Lagun Bapak Samsir Alam. Kepala Desa berharap dari kegiatan PMT Penyuluhan ini diharap kasus stunting di tahun depan menjadi turun

Menurut Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Pulau Petak, Ibu Rusmini, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah stunting dengan cara mengajarkan pola memasak yang baik agar vitamin dan gizi pada makanan yang dikonsumsi tetap terjaga gizinya dan menjadikan hidup lebih sehat. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Penggerak PPK Desa Saka Lagun, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, ahli gizi UPT Puskesmas Sei Tatas, tenaga kesehatan Desa Saka Lagun, kader serta masyarakat yang mengikuti acara hingga selesai.

Kegiatan DASHAT sendiri mencakup edukasi perbaikan gizi dan konsumsi pangan ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Dalam hal ini masyarakat akan diberi sosialisasi terkait pangan lokal yang terjangkau, bercita rasa dan bergizi baik dan dipadukan dengan berbagai kegiatan kemitraan.

Pada kegiatan PMT Penyuluhan ini didemonstrasikan cara memasak Kroket Ayam, Urap dan Gosok Dawen Jawau. 

Naskah dan gambar dikirim oleh Bapak M. Hipni.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"