Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kacang Dede: Oleh-Oleh Lezat dari Kapuas

 


Penulisan artikel ini dibantu oleh ChatGPT

Saat saya mengunjungi Pameran Koperasi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang diselenggarakan di Lapangan Bukit Ngalangkang dalam rangka Ulang Tahun Koperasi ke-77 dan Pertemuan Raya II Kaum Bapak Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2024 se-Indonesia di Kuala Kapuas pada hari Kamis, 25 Juli 2024, saya mengunjungi beberapa stand yang ada di sana. Salah satu yang menjadi favorit adalah kacang di atas.

Kacang Dede, produk lokal dari Kapuas, menarik perhatian saya dengan kemasannya yang sederhana namun menarik. Kacang ini diproduksi oleh UMKM setempat dan merupakan salah satu oleh-oleh khas Kapuas yang sangat populer. Kacang ini tidak hanya lezat tetapi juga diproduksi dengan standar kualitas yang tinggi, terbukti dengan adanya sertifikasi P-IRT (Produk Industri Rumah Tangga) dengan nomor 216203010098-28.

Kacang Dede ini memiliki tekstur yang renyah dan rasa yang gurih, cocok dinikmati sebagai camilan sehari-hari atau sebagai pendamping saat bersantai bersama keluarga. Kemasannya yang praktis dan higienis juga memastikan kacang tetap segar dan renyah hingga sampai ke tangan konsumen. Informasi mengenai tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa tertera dengan jelas pada kemasan, meskipun pada gambar ini belum diisi. 

Selain itu, kacang ini juga sudah memiliki sertifikasi halal, sehingga aman dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Tidak hanya itu, pada kemasan juga tertera nomor kontak yang bisa dihubungi, yaitu 0813 5181 9251, untuk pemesanan atau informasi lebih lanjut.

Pameran Koperasi UMKM seperti ini sangat penting untuk mendukung produk-produk lokal agar lebih dikenal luas dan membantu meningkatkan perekonomian daerah. Produk kacang Dede ini merupakan contoh nyata bagaimana UMKM di Kapuas mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang bisa bersaing di pasar.

Kunjungan saya ke pameran ini memberikan pengalaman yang berharga dan saya sangat merekomendasikan kacang Dede sebagai oleh-oleh khas Kapuas yang wajib dicoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)