Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Lazismu dan MDMC Berhasil Galang Dana untuk Aceh dan Sumatera, Terkumpul Rp 37.000.000

 


Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berhasil mengkoordinasikan aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur persyarikatan serta komunitas peduli, sehingga total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp 37.000.000.

Penggalangan dana ini didukung oleh berbagai lembaga dan amal usaha Muhammadiyah, yaitu:

  1. PCM Kapuas Timur

  2. PCM Mandomai

  3. Majelis Ibu Riaswati

  4. Nasyiatul Aisyiyah

  5. TKM Permata

  6. Ikatan Pelajar Muhammadiyah

  7. SD Muhammadiyah Mambulau

  8. Pemuda Muhammadiyah

  9. Bidang Amil Zakat, Infak dan Shadaqah

  10. SMPS Muhammadiyah Kapuas

  11. SDS Muhammadiyah Kapuas Barat

  12. Sekretariat PDM

  13. SMA Muhammadiyah Pulau Petak

  14. Majelis Tarjih dan Tabligh

  15. Tapak Suci

  16. SMA Muhammadiyah Kapuas

Sementara pihak di luar lembaga Muhammadiyah yang turut berkontribusi antara lain KJSO.

Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas, seperti bantuan pangan, perlengkapan medis, penyediaan hunian sementara, serta logistik penting lainnya. Lazismu dan MDMC memastikan bahwa seluruh bantuan akan didistribusikan secara cepat, tepat, dan akuntabel ke wilayah terdampak.

Koordinator aksi menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. “Terima kasih kepada semua donatur, relawan, dan lembaga yang telah memberikan dukungan. Semoga bantuan ini menjadi keberkahan dan meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera.”

Penggalangan dana ini menunjukkan tingginya solidaritas dan semangat gotong royong masyarakat dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)