Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

PDM Kapuas Gelar Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal

 

Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas melaksanakan kegiatan pengobatan gratis dan sunatan massal sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 76 peserta mengikuti layanan pengobatan gratis, sementara 10 anak mengikuti program sunatan massal. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, serta tindakan sunatan yang dilakukan sesuai standar medis.


Kegiatan ini didukung oleh petugas kesehatan dari berbagai disiplin ilmu, antara lain dokter, apoteker, dan perawat, yang memberikan pelayanan secara profesional dan humanis. Sinergi lintas unsur ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan pelayanan berjalan aman dan berkualitas.

Selain MPKU PDM Kapuas sebagai penyelenggara, kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur persyarikatan Muhammadiyah, yaitu LazismuMuhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang turut berperan aktif dalam membantu pelaksanaan kegiatan, mulai dari pendataan peserta, pendampingan anak sunat, hingga pengaturan teknis di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Kapuas kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran persyarikatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)