Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Aksi Sosial Muhammadiyah Kapuas: 17 Anak Disunat, 51 Warga Berobat Gratis

 


KUALA KAPUAS – Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas melalui kolaborasi lintas majelis, lembaga, dan organisasi otonom (Ortom) kembali menggelar aksi sosial. Kegiatan yang digawangi oleh Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), LazisMu, serta Ortom PDM Kapuas ini memusatkan perhatian pada layanan kesehatan masyarakat dan khitanan bagi anak-anak di wilayah setempat.

​Agenda yang berlangsung dengan khidmat ini berhasil menjaring puluhan penerima manfaat. Tercatat sebanyak 17 anak mengikuti prosesi sunatan massal, sementara 51 warga lainnya mendapatkan layanan pengobatan gratis. Kehadiran tim medis dari MPKU dan dukungan logistik dari LazisMu memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan standar kesehatan yang baik dan efisien tanpa memungut biaya dari peserta.


​Sinergi antar-lini di internal Muhammadiyah Kapuas ini menjadi kunci keberhasilan acara. MDMC berperan aktif dalam manajemen lapangan dan pengerahan relawan, sedangkan Ortom seperti Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Aisyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah turut membantu teknis pelaksanaan agar tetap teratur. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam menjalankan misi kemanusiaan dan dakwah bil hal (dakwah melalui perbuatan nyata).

​Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan kewajiban khitan bagi anak-anak. Dengan total 68 penerima manfaat dalam satu hari, PDM Kapuas berkomitmen untuk terus konsisten menghadirkan program-program sosial yang berdampak langsung bagi kemaslahatan umat dan mempererat silaturahmi antarwarga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)