Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Lazismu Kapuas Salurkan Bantuan untuk Pendidik dan Siapkan Program Edukasi Siswa

 

​Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Kapuas menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengelola amanah dana umat. Melalui program terbaru, Lazismu menyalurkan bantuan kepada para pendidik di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Pengelolaan dana ini dilakukan secara transparan dan tepat sasaran untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari muzakki memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan para pejuang pendidikan.

​Suasana penyaluran bantuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, diisi dengan kegiatan tausiyah, buka puasa bersama, hingga shalat Maghrib berjamaah. Para guru yang menerima manfaat menyambut positif program ini, karena tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan atau ukhuwah di lingkungan Muhammadiyah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai ta’awun atau tolong-menolong dalam memperkuat ekosistem dakwah di Kabupaten Kapuas.

​Tidak berhenti di situ, Lazismu Kapuas juga telah menyiapkan rangkaian agenda lanjutan bertajuk “Lazismu Goes To School”. Program ini dijadwalkan akan menyambangi SD Muhammadiyah Plus Mambulau untuk berinteraksi langsung dengan para siswa. Melalui pendekatan yang komunikatif, Lazismu ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial sejak dini, sehingga semangat filantropi dapat tumbuh subur di dalam diri generasi muda Muhammadiyah.

​Dengan adanya rangkaian program ini, diharapkan sinergi antara lembaga zakat, institusi pendidikan, dan masyarakat luas semakin solid. Pendidikan karakter melalui aksi nyata berbagi diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap sesama. Lazismu Kapuas terus berupaya menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian umat dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.

Sumber: Tulisan dan foto - oleh Bapak M. Hipni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)