Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Muhammadiyah Kapuas Gelar Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis, Puluhan Warga Terlayani





KUALA KAPUAS – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas bersama pilar-pilar gerakannya kembali menunjukkan kepedulian nyata bagi masyarakat melalui aksi bakti sosial khitanan massal dan pengobatan gratis. Kegiatan kemanusiaan yang berpusat di Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan Barito, Kuala Kapuas ini dimotori oleh kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu), serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah setempat.
Aksi sosial yang digelar secara gratis ini disambut antusias oleh warga sekitar yang ingin mendapatkan layanan kesehatan dan mengkhitankan anak mereka. Berkat sinergi yang kuat dari seluruh panitia dan tim medis, kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib hingga berhasil memberikan pelayanan langsung kepada puluhan penerima manfaat. Tercatat sebanyak 18 anak berhasil mengikuti prosesi khitanan massal, sementara 37 warga lainnya mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan medis.
Keberhasilan program ini membuktikan kuatnya komitmen Muhammadiyah Kapuas dalam mengabdi kepada umat melalui bidang kesehatan dan sosial secara berkelanjutan. Melalui peran MPKU dan MDMC di sisi medis, dukungan pendanaan dari Lazismu, serta pengorganisasian lapangan oleh Ortom, kegiatan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"