Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Tinjau Pembangunan TK ABA-3 Selat yang Belum Rampung Sejak 2017


Kuala Kapuas – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd, melakukan peninjauan pembangunan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA)-3 Selat yang berlokasi di Jalan Nusa Indah, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Suwarno Muriyat menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pembangunan gedung yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan, padahal proses pembangunan telah dimulai sejak tahun 2017.

Menurutnya, keberadaan sarana pendidikan yang layak sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kapuas. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan sehingga pembangunan TK ABA-3 Selat dapat diselesaikan pada tahun 2027.


“Kami berharap pembangunan gedung ini dapat segera dituntaskan. Dengan dukungan berbagai pihak, mudah-mudahan pada tahun 2027 bangunan ini sudah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pendidikan. Di area halaman depan yang cukup luas juga direncanakan akan dibangun fasilitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat melalui Dra. Hj. Riaswati Djauhari, yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah TK ABA-3 Selat periode 2003–2023 dan saat ini menjadi pembina/pengasuh TK ABA-3 Selat, menjelaskan bahwa pembangunan gedung tersebut telah berlangsung sejak tahun 2017 dengan sumber pendanaan yang berasal dari bantuan pemerintah, donasi masyarakat, dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), serta sumbangan dari wali murid.

Ia berharap gedung yang nantinya selesai dibangun tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan anak usia dini, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.

“Harapan kami, gedung ini dapat diberdayakan tidak hanya untuk pendidikan PAUD, tetapi juga sebagai tempat penitipan anak balita serta mendukung program kesehatan yang berkaitan dengan kegiatan Muhammadiyah melalui Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU). Selain itu, gedung ini juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat seperti acara pernikahan, perpisahan, dan kegiatan lainnya,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Dra. Hj. Riaswati menambahkan bahwa lahan yang masih tersedia di bagian depan kompleks sekolah direncanakan untuk pengembangan usaha produktif berupa kios-kios kecil yang dapat disewakan. Hasil pengelolaan tersebut diharapkan mampu mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan lembaga pendidikan di masa mendatang.

Peninjauan ini menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan penyelesaian pembangunan TK ABA-3 Selat sehingga dapat segera memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan, kesehatan, dan masyarakat Kabupaten Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)