Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

MDMC PWM Kalimantan Tengah Laksanakan Kunjungan Kerja dan Pembinaan di Kabupaten Kapuas


Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah melaksanakan kunjungan kerja dan pembinaan kepada MDMC Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas relawan, serta mempererat sinergi antara MDMC tingkat wilayah dan daerah dalam penanganan kebencanaan dan kegiatan kemanusiaan.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Kapuas, DR. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kunjungan serta pembinaan yang dilaksanakan oleh MDMC PWM Kalimantan Tengah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam bidang sosial, kesehatan, dan kebencanaan di Kabupaten Kapuas.


Pada kesempatan tersebut, DR. H. Suwarno Muriyat juga menyampaikan rencana pembangunan Klinik Muhammadiyah di Kabupaten Kapuas sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, beliau mengapresiasi berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilaksanakan oleh MDMC Kapuas, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, serta berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua MDMC Kapuas, Muhammad Hipni, memaparkan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh MDMC Kapuas dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya adalah respons dan penanganan bencana angin puting beliung, penggalangan serta penyaluran donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatra, serta berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya yang melibatkan relawan Muhammadiyah di Kabupaten Kapuas.


Dalam sesi pembinaan, perwakilan MDMC PWM Kalimantan Tengah bersama Lazismu Kalimantan Tengah menyampaikan materi terkait penguatan kelembagaan MDMC, pengembangan jaringan kerja sama kebencanaan, serta sistem tanggap darurat yang terintegrasi. Melalui kegiatan ini diharapkan MDMC Kapuas semakin siap dalam menjalankan tugas kemanusiaan, memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, dan meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi berbagai situasi bencana maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)