Postingan

Menampilkan postingan dengan label 1434 H

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Persyaratan Tambahan Menjadi Peserta JKN BPJS Kesehatan

Masyarakat wajib mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sesuai data keluarga yang tercantum pada kartu keluarga Memiliki NIK sebagaimana tercantum pada KTP elektronik atau Kartu Keluarga Menunjukkan KTP elektronik atau Kartu Keluarga Asli Memiliki nomor rekening di bank yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Memiliki nomor telepon dan/atau alamat email Mengikuti ketentuan yang ada pada Peraturan BPJS Kesehatan mengenai penundaan pemanfaatan pelayanan kesehatan selama 7 hari sejak peserta mendaftar dan membayar iuran pertama kali. Pemberlakuan ketentuan diatas terhitung mulai 1 November 2014. Sumber: BPJS Kesehatan, Kantor Wilayah Kalimantan Tengah

Khutbah Idul Adha 1434 H / 2013 M di Masjid Mujahidin

Berikut poin-poin dari khutbah diatas: Manusia yang paling mulia - Ibrahim Semua agama menghormati Ibrahim, termasuk Hindu → Brahman Haji untuk mengenang apa yang dilakukan oleh Ibrahim Lahir ketika tidak ada yang mengenal Allah Sejak kecil tahu bahwa menyembah bintang dan berhala salah Sejak kecil memperkenalkan La Ilaha Illallah Mengingatkan ayahnya untuk tidak menyembah berhala Kemudian dia mengajarkan kaumnya dengan perumpamaan bintang, bulan dan matahari Dia berdebat dengan kaumnya Kita belajar tentang keberanian, mempertahankan keimanan meskipun sendirian Ibrahim tahu Allah berada di sisinya Dia tidak meninggalkan kebenaran meskipun diancam dengan api yang menyala Ketika dilempar ke api - api diperintah menjadi dingin dan nyaman bagi Ibrahim “Barangsiapa yang bersandar pada Allah, maka Allah cukup bagimu” Menjadi manusia pertama yang hijrah untuk mempertahankan keimanan Yang paling berharga dalam kehidupan - iman kepada Allah ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"