Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Khutbah Idul Adha 1434 H / 2013 M di Masjid Mujahidin



Berikut poin-poin dari khutbah diatas:

  • Manusia yang paling mulia - Ibrahim
  • Semua agama menghormati Ibrahim, termasuk Hindu → Brahman
  • Haji untuk mengenang apa yang dilakukan oleh Ibrahim
  • Lahir ketika tidak ada yang mengenal Allah
  • Sejak kecil tahu bahwa menyembah bintang dan berhala salah
  • Sejak kecil memperkenalkan La Ilaha Illallah
  • Mengingatkan ayahnya untuk tidak menyembah berhala
  • Kemudian dia mengajarkan kaumnya dengan perumpamaan bintang, bulan dan matahari
  • Dia berdebat dengan kaumnya
  • Kita belajar tentang keberanian, mempertahankan keimanan meskipun sendirian
  • Ibrahim tahu Allah berada di sisinya
  • Dia tidak meninggalkan kebenaran meskipun diancam dengan api yang menyala
  • Ketika dilempar ke api - api diperintah menjadi dingin dan nyaman bagi Ibrahim
  • “Barangsiapa yang bersandar pada Allah, maka Allah cukup bagimu”
  • Menjadi manusia pertama yang hijrah untuk mempertahankan keimanan
  • Yang paling berharga dalam kehidupan - iman kepada Allah
  • Raja Mesir menangkap Sarah, Ibrahim berdo’a kepada Allah untuk melindungi istrinya → Raja tidak mampu mendekati istrinya
  • Hajar menjadi orang ketiga yang beriman kepada Allah
  • Umur 80 tahun diperintah untuk sunat
  • Yahudi, Nasrani (perintah diubah oleh Paulus) dan Islam - sunat
  • Do’a kepada Allah - punya pewaris → Luth → diutus ke Sodom and Gomorrah
  • Malaikat yang diutus ke Sodom and Gomorrah mampir ke Ibrahim untuk mengabarkan bahwa dia akan punya anak
  • Ibrahim mendo’akan agar Sodom dan Gomorrah diampuni - tapi Allah sudah memutuskan
  • Ismail lahir dari Hajar. Sarah cemburu. Hajar disuruh untuk diletakkan di Bakkah. Ismail saat itu berumur satu tahun. Hajar bertanya, apakah Allah memerintahkanmu untuk melakukan ini ? I put my trust in Allah
  • Jama’ah haji memperingati apa yang dilakukan oleh Hajar
  • Jibril dengan ujung sayapnya, tempat dimana kaki Ismail menapak, keluar Zam-zam
  • Sumur ini akan bertahan sampai akhir zaman
  • Korbankan anakmu untuk Allah - siapa yang lebih dicintai - umur 95 tahun
  • Anak umur 13 tahun bersedia untuk dikorbankan
  • Setan menggodanya → dilempar dengan kerikil
  • Tiga tempat (jumratul Aqabah, kubro, wustho) melepar setan
  • Engkau membenarkan mimpi
  • Jutaan hewan dikorbankan untuk mengenang pengorbanan Ibrahim
  • Membangun rumah pertama untuk ibadah
  • Jutaan orang memperingati semangat Ibrahim (tawaf)
  • Dari Ishaq - Yahudi, Daud, Sulaiman, Isa
  • Dari Ismail - Arab race, Muhammad
  • Ibrahim memenuhi seluruh perintah → imam bagi manusia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"