Postingan

Menampilkan postingan dengan label Banjir

Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Banjir merata di Kuala Kapuas dan sekitarnya

Gambar
  Pada hari Ahad, 5 Desember 2021, sekitar pukul 21.45 WIB video tentang air menutupi ujung Jalan Ahmad Yani di depan Pasar Danau Mare dan Jalan Sudirman menyebar melalui Whatsapp. Saat shalat Subuh di langgar Al-Inayah di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg 9,5 Kuala Kapuas, ternyata menurut keterangan ketua langgar, Bapak Kastalani, pada sekitar jam 9 malam, air satu jari lagi sampai ke lantai dalam langgar. Setelah pulang dari Shalat Subuh, ketika membuka Whatsapp, ada kabar dari Pak Giyarto dari Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas di Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, bahwa asrama dan kantin pondok pesantren banjir. Foto dan video dari kondisi banjir di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas diatas dikirim oleh Bapak Giyarto.

Hujan dini hari akibatkan genangan air di beberapa tempat

Gambar
Genangan air di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas Pada hari Rabu, 25 Januari 2017 dini hari, hujan turun dengan derasnya selama beberapa jam. Hal ini mengakibatkan munculnya beberapa genangan di beberapa tempat di Kabupaten Kapuas. Yang jelas, halaman rumah yang rendah, akan segera terisi air. Kemudian tempat-tempat dengan saluran pembuangan ke sungai yang tidak lancar akan tergenang air. Menurut keterangan pemilik laundry, banyak masyarakat yang melaporkan bahwa rumah mereka tergenang air akibat hujan dini hari ini. Genangan air di Jalan Kolonel Sugiono Di Pondok Al-Amin Kapuas yang terletak di Desa Anjir Palambang, Pulau Petak, air menggenangi halaman pondok, sehingga para santri yang ingin mengakses kelas yang bawahnya terendama air harus melepaskan alas kaki.

Banjir, Jembatan Putus dan Jembatan Miring

Gambar
Banjir di Desa Dandang Pada malam Sabtu, 14 Mei 2015, hujan deras mengguyur daerah hulu dari Sungai Kapuas. Hal ini mengakibatkan air Sungai Kapuas meluap. Ketinggian air makin siang makin meningkat. Para tamu yang sedang berkunjung ke desa-desa yang berada di tepi sungai diharapkan untuk mengungsikan kendaraan rota empat mereka di ketinggian. Jembatan miring Derasnya hujan serta naiknya permukaan sungai mengakibatkan rusaknya jalan dan jembatan. Ada jembatan yang dihanyutkan oleh banjir. Ada juga jembatan yang miring karena dibuat dengan bahan seadanya. Kondisi alam seperti ini mengharuskan setiap orang yang melintasi lokasi seperti ini dapat mencari jalan keluar terhadap berbagai kendala yang dihadapinya. 

Air Pasang Menggenangi Pondok Pesantren

Gambar
Air pasang menggenangi pondok Menurut keterangan yang admin peroleh dari Direktur Pengembangan Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas, Sugeng Sukrianto, S.Pd.I air pasang yang menggenangi ini sudah berlangsung sejak dua hari yang lalu. Air pasang ini menggenangi halaman depan dan halaman belakang dari pondok pesantren. Kondisi ini menyebabkan para santri harus menyingsingkan celana mereka ketika melewati air pasang. Syukurlah dalam waktu beberapa jam, air pasang ini kembali surut.

Banjir di Kuala Kapuas

Gambar
Pada hari Senin, 19 Maret 2012 sejak sekitar pukul 17.00 WIB ketinggian air dari Sungai Kapuas dan Sungai Kapuas Murung mulai meningkat dengan cepat sehingga merendam daerah bantaran sungai. Menurut keterangan warga sekitar Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. IXA, Kuala Kapuas, kejadian serupa pernah terjadi sekitar 10 tahun yang lalu. Dari informasi yang diperoleh oleh admin, peningkatan ketinggian air ini juga terjadi di tempat-tempat lain seperti di daerah Barito, Cilik Riwut, Jalan Sulawesi dan lain-lain. Syukurlah kejadian ini tidak berlangsung lama, setelah shalat Maghrib ketinggian air berangsur-angsur surut.

Postingan populer dari blog ini