Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kerajinan

Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Katakan dengan bunga (demam bunga sabun)

Gambar
Berpose bersama bunga sabun Salah seorang staf rumah sakit, mengajarkan teman-temannya untuk membuat bunga dari sabun. Setelah melihat contoh dari sang teman tersebut, para staf yang lain terpacu untuk membuat bunga yang sama. Akhirnya waktu istirahat digunakan untuk membuat bunga sabun tersebut. Hasilnya cukup membuat ruangan wangi dengan bau sabun.

Karya Terakhir Seorang Perajin Rotan

Gambar
Tas diatas merupakan salah satu dari empat karya terakhir dari seorang nenek perajin rotan. Karena usia beliau yang sudah lanjut, beliau tidak lagi memproduksi kerajinan tangan dari rotan. Kerajinan tangan ini merupakan keahlian yang diturunkan secara turun temurun. Anak-anak belajar dari orang tua mereka. Mereka biasanya melihat orang tuanya menganyam rotan, kemudian mereka mencobanya. Dari hari ke hari, jumlah perajin rotan makin menurun, hal ini diakibatkan karena kerajinan ini kurang menjanjikan penghasilan yang memadai. Untuk menghasilkan satu kerajinan rotan diperlukan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu. Sedangkan nilai jualnya sangat rendah, sehingga sangat tidak sebanding dengan waktu yang mereka habiskan. Pemerintah daerah sudah mengupayakan pemasaran kerajinan ini dengan membuat Pusat Oleh-Oleh Kabupaten Kapuas , namun hasilnya kurang menggembirakan. Saat ini, lokasi penjualan souvenir yang masih banyak dikunjungi turis adalah Toko Souvenir Antik , Toko Souveni...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas