Postingan

Menampilkan postingan dengan label RSUD Kasongan

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Studi Banding RSUD Kasongan

Gambar
Pada hari Senin, 20 Mei 2013 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo diselenggarakan kegiatan penyambutan rombongan Studi Banding dari RSUD Kasongan. Mereka ingin belajar bagaimana mempersiapkan rumah sakit menjadi Badan Layanan Umum Daerah. Rombongan RSUD Kasongan datang sebanyak 7 orang yang terdiri dari berbagai bidang di rumah sakit. Rombongan disambut oleh direktur, kemudian dilanjutkan dengan paparan dari masing-masing kepala bagian dan bidang. Powered by Telkomsel BlackBerry®

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas