Sabtu, 15 Desember 2018

Hukum Zina oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc


Hadits ke-14 Arba’in Nawawi oleh Ustadz Suriani Jiddy

Dari Ibnu Mas’ud r.a, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak untuk disembah kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah, kecuali dengan tiga perkara: orang yang berbuat zina, orang yang membunuh dan orang yang meninggalkan agamanya (memisahkan diri dari jama’ah).

Haramnya Darah Seorang Muslim

Tidak boleh membunuh. Membunuh adalah salah satu dosa besar dalam Islam.

Islam diturunkan Allah SWT adalah untuk kemaslahatan umat manusia. Berbicara masalah kemaslahatan, ulama menjelaskan ada lima yang dijaga di dalam agama Islam yaitu
  1. Menjaga agama – orang yang meninggalkan agama (murtad) maka sangsinya adalah sangsi mati. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa Islam tidak memaksa orang yang tidak beragama Islam untuk masuk Islam. Tapi ketika seseorang sudah berada dalam Islam, dia dipaksa untuk berpegang pada Islam. Jika dia murtad maka dia dibunuh.
  2. Menjaga jiwa – membunuh termasuk dosa besar. Sangsi bagi orang yang membunuh adalah dibunuh.
  3. Menjaga akal. Segala sesuatu yang merusak akal, kita dilarang untuk mengkonsumsinya.
  4. Menjaga keturunan. Agama memerintahkan kita untuk menikah. Agama melarang kita untuk berzina. Agama melarang umat Islam melakukan perbuatan kaum Nabi Luth. Sangsi keras diberikan kepada orang yang melakukan zina.
  5. Menjaga harta. Tidak boleh menyia-nyiakannya. Mencarinya harus dengan cara yang halal. Islam melarang kita mengambil harta orang lain.

Inilah yang disebut sebagai kebutuhan primer umat Islam.

Dalam hadits yang baru kita bacakan disebutkan bahwa tidak boleh menumpahkan darah orang yang bersyahadat kecuali terhadap orang yang berzina. Orang yang melakukan perzinahan, diberikan sangsi atas kejahatan yang dilakukan.

Hikmat pensyariatan hudud:
  1. Hukuman bagi orang yang berbuata kejahatan dan membuatnya jera. Hukuman ini bagi mereka yang belum menikah, yaitu dicambuk 100 kali.
  2. Mencegah orang lain agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan. Orang yang melihat orang yang dihukum zina yaitu dibunuh atau dicambuk, diharapkan akan takut sehingga tidak menirunya.
  3. Hudud adalah penghapus dosa dan pensuci jiwa pelaku kejahatan tersebut. Pelakunya akan diampuni Allah setelah bertaubat.
  4. Menciptakan suasana aman dalam masyarakat dan menjaganya. Terutama untuk kejahatan perampokan, pencurian. Mereka akan berpikir untuk merampok karena akan dihukum mati.
  5. Menolak keburukan, dosa dan penyakit pada masyarakat karena apabila kemaksiatan telah merata dan menyebar pada masyarakat maka Allah azza wa jalla akan menggantinya dengan kerusakan dan musibah serta dihapusnya kenikmatan dan ketenangan. Musibah ini tidak hanya menimpa orang-orang yang melakukannya saja. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Anfal, 8: 25 yang berbunyi: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya  ; tidak berlaku ucapan mereka yang bilang bahwa orang lain tidak perlu repot dengan maksiat mereka. Mereka bilang itu adalah uang mereka, mereka yang masuk neraka. Masalahnya azab itu juga bisa menimpa orang-orang selain mereka. Hadits: apabila zina dan riba sudah nampak di suatu negeri, maka sungguh negeri tersebut sudah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka (H.R. Al-Hakim dari Ibnu Abbas).

Bicara masalah hudud, maka ini adalah hak pemerintah. Pemerintah yang memiliki otoritas atau kewenangan.

Hukum Zina

Ada dosa yang lebih besar dari perbuatan zina, daripada membunuh, daripada minum khamr, daripada bermain judi, apa itu? Dosa meninggalkan shalat. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Qayyim yang menulis satu kitab khusus “Hukum Meninggalkan Shalat”. Kaum Muslimin sepakat bahwa dosa meninggalkan shalat termasuk salah satu dosa besar. Dosa meninggalkan shalat lebih besar dari membunuh, berzina, minum khamr, berjudi. Akibat negatifnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang meninggalkan shalat, tapi juga orang lain. Sangsi yang keras juga diberikan pada orang yang meninggalkan shalat yaitu hukuman mati. Karena bahayanya sangat besar. Meskipun para ulama berbeda pendapat apakah hukuman mati itu karena dia kafir atau tidak.

Kaum Muslimin sepakat bahwa zina adalah dosa besar.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (Q.S. Al-Israa, 17: 32)

Para ulama sepakat, segala sesuatu yang dapat mengantarkan / wasilah kepada perbuatan zina adalah haram, apapun bentuknya.

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (Q.S. Al-Furan, 25: 68-69)

Ini adalah salah satu sifat Ibadurrahman (hamba-hamba Ar-Rahman).

Dalam Qur’an Allah menyebut syirik itu ada dua yaitu: (1) orang yang menyembah selain Allah; (2) menyembah Allah dan menyembah selain Allah.

Apakah ada pembunuhan yang dibenarkan agama: (1) pembunuhan dalam perang; (2) orang yang memang tugasnya membunuh misalnya algojo atau eksekutor;

Ayat ini menjadi dalil haramnya berzina.

Para sahabat bertanya: dosa apakah yang terbesar? Dosa yang yang paling besar adalah engkau menjadi tandingan selain Allah, padahal Allah menciptakanmu. Apalagi yang Rasulullah? Membunuh anak karena takut mereka akan makan bersamamu. Apalagi wahai Rasulullah? Engkau berzina dengan istri tetanggamu (H.R. Bukhari dan Muslim)

Umar bin Khattab: Allah menurunkan ayat rajam. Nabi telah melaksanakan hukuman rajam, dan kami telah melaksanakannya setelah beliau. Aku khawatir ada orang-orang yang mengatakan bahwa mereka tidak melihat hukuman rajam dalam kitab Allah.

Memang tidak ada ayat rajam karena dinasakh (dihapus).

Ijma’ ulama: semua sepakat zina adalah haram.

Sayyid Abul A’la Al-Maududi dalam tafsir Surat An-Nuur menyebutkan bahwa: kesepakatan syariat-syariat dahulu dan sekarang atas haramnya perbuatan zina, buruk dari tinjauan akhlak, dan dosa ditinjau dari sisi agama. Tinjauan sosial kemasyarakatan, dia adalah perbuatan tercela. Dan tidak ada yang berbeda pendapat dalam hal ini kecuali orang yang jumlahnya sedikit yang menjadikan akal mereka mengikuti syahwat dan nafsu kebinatangan.

Zina dalam Al Kitab: Allah membenci perzinahan, orang yang berzina pada zaman Israel akan dihukum mati. Yesus mengajarkan pemeluknya agar tidak melakukan zina.

Zina ala kaum Sepilis (sekularisme, pluralisme dan liberalisme): apakah tidak boleh seorang laki-laki atau perempuan yang menjual alat kelaminnya untuk menghidupi keluarga mereka? Pendapat mereka yang lain: Jika agama masih mengurusi masalah kelamin, menunjukkan rendahnya kualitas agama itu.

Kaum sepilis memisahkan antara fisik dan jiwa. Zina tidak mengapa karena yang berzina fisiknya bukan jiwanya. Pezina tidak berdosa selama hatinya bersih.

Tujuan beribadah: mendapatkan surga, dijauhkan dari neraka (siksa), niatkan untuk membersihkan jiwa.

Jumat, 14 Desember 2018

Kabel PLN putus

Pada hari Sabtu, 3 Desember 2018 yang lalu, saat melewati Jalan Kalimantan pada pagi hari, di depan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) tidak ada apa-apa. Ketika pulang pada siang hari melewati Jalan Kalimantan, di depan PLTD ada penghalang jalan, rupanya ada perbaikan.

Setelah shalat Maghrib hari itu, admin bertemu dengan petugas PLN yang akan mematikan listrik di Jalan Kapten Pierre Tendean ujung. Beliau mengatakan bahwa ada kabel PLN yang putus, itulah sebabnya di jalan Kalimantan ditutup.

Pada hari Ahad, 4 Desember 2018 saat melewati Jalan Kalimantan, pemberitahuan di ujung Jalan Kalimantan tidak ada lagi, admin menyangka perbaikan sudah selesai. Tapi ketika sampai di area PLTD, rupanya jalannya masih di tutup, terpaksa admin memutar melalui Jalan Jawa dan Jalan Sulawesi.

dr. Adelina Yunus masuki masa purna tugas

Pada tanggal 1 Desember 2018 yang lalu, dr. Adelina Yunus, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas memasuki masa purna tugas. Pada hari Senin, 3 Desember 2018 bertempat di kantor tersebut dilaksanakan kegiatan serah terima jabatan dari dr. Adelina Yunus ke pelaksana tugas yaitu Bapak Apendi, SKM, MM. 

Dokter Adelina Yunus memulai tugas di Kalimantan Tengah di RSUD Kuala Kurun, kemudian beliau pindah ke Kuala Kapuas menjadi kepala Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), kemudian menjadi pimpinan Puskesmas Selat III. Setelah itu beliau diangkat menjadi kepala bidang di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, kemudian diangkat sebagai kepala Dinas Kesehatan. Terakhir beliau menjabat sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas.

Rohaniawan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas ikuti "Workshop and Training on Hospital Spiritual Care Service"

Muhammad Shaleh (paling kiri)
Pada hari Kamis, 13 Desember 2018 bertempat di Sari Asih Ar-Rahmah Hospital dilaksanakan kegiatan "Workshop and Training on Hospital Spriritual Care Service". Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mengirimkan rohaniawan Islam yaitu Bapak M. Shaleh untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Narasumber kegiatan ini adalah Kamal Abu-Shamsieh, kandidat Ph.D di Graduate Theological Union di Berkeley, California dan Taqwa Surapati, GCIC, Cancer Care Chaplain Stanford Hospital. 

Kunjungan Komisi C DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ke Kapuas

Pada hari Kamis, 13 Desember 2018, Komisi C DPRD Kalimantan Tengah mengunjungi Kabupaten Kapuas. Kunjungan dipusatkan di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Agenda mereka kali ini adalah untuk mendapatkan masukan mengenai Universal Health Coverage di Kabupaten Kapuas. Mereka mendengarkan masukan dari pihak Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas yang diwakili oleh Bapak Ishak Baseri. Kemudian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang diwakili oleh Bapak Suparman. Masukan dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas langsung disampaikan oleh Bapak dr. Agus Waluyo, MM, selaku Plt. Direktur. Selain itu juga didengar masukan dari BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.

Dari informasi yang disampaikan sangat diharapkan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membantu Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Kapuas pada thaun 2019 mengingat dana yang disediakan oleh pemerintah kabupaten tidak mencukupi. Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas, Bapak Yan Henri Alle meminta pemerintah provinsi dapat mendorong perusahaan yang ada di Kalimantan Tengah turut membantu melalui CSR mereka. Namun pimpinan rombongan menjelaskan bahwa hal tersebut tidak mudah.