Sabtu, 20 April 2019

Aturan rokok di Indonesia "paling lemah"

Kritik diatas disampaikan oleh Campaign for Tobacco Free Kids ketika membahas masalah kemunafikan Philip Morris. Disatu sisi mereka mengkampanyekan tahun tanpa rokok, tapi disisi lain, dia memperkenalkan produk baru di Indonesia.

Tulus Abadi dari YLKI saat diwawancara oleh Tempo menyatakan bahwa kebijakan pengendalian tembakau di era Jokowi mengalami kemunduran. Indonesia sebagai salah satu negara penggagas Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) malah tidak mau meratifikasinya.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto membanggakan kontribusi pajak rokok terhadap perekonomian Indonesia. Padahal biaya kesehatan yang dikeluarkan untuk menangani dampak merokok lebih besar dari pendapatannya.

Pajak rokok yang diterapkan di Indonesia masih belum membuat orang berpikir untuk berhenti merokok. Hal ini patut diperjuangkan di masa depan. Kenaikan pajak rokok terbukti dapat mengurangi jumlah perokok dan menghalangi anak-anak muda untuk mulai merokok.

Arba'in Nawawi - Hadits ke-19 (1) - Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Dari Abdullah bin Abbas r.a berkata: Pada suatu hari aku pernah berada dibelakang Rasulullah SAW, sesungguhnya aku akan mengajarmu beberapa hal

Ketahuilah bahwa jika semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa mendatangkan manfaat dengan sesuatu kecuali dengan sesuatu yang Allah tetapkan bagimu.

Pena-pena telah terangkat dan tinta sudah kering (H.R. Timidzi, Hasan Sahih).

Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati Allah dihadapanmu.

Sungguh sayang sekali bagi orang-orang yang tidak memahami hadits ini.

Penulis kita Al-Waqi yang menjelaskan hadits ini memberikan penjelasan bahwa hadits ini memuat hal-hal yang begitu prinsip dalam kehidupan kita. Hadits ini memuat masalah keimanan kita kepada takdir atau ketentuan Allah SWT.

Abdullah berkata bahwa beliau berada dibelakang Rasulullah SAW. Maksud kalimat ini adalah pada suatu hari beliau mengendarai hewan dibelakang Rasulullah SAW. Kemudian perkataan Nabi, Ya Ghulam (Hai anak muda). Ghulam adalah anak yang berusia bayi yang baru disapih oleh ibunya sampai berumur sekitar 9 tahun.

Pada saat itu umur Ibnu Abbas adalah sekitar 10 tahun.

Rasulullah berkata: Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Kalimat itu adalah nasehat yang bermanfaat. Nasehat apa yang disampaikan oleh Rasulullah?

(1) Jagalah Allah niscaya Allah menjagamu. Apa artinya menjaga Allah?

Ada sebagian orang yang ingin menyebarkan racun ditengah umat Islam. Racun itu adalah syubhat. Syubhat itu termasuk fitnah (dalam bahasa Qur'an). Fitnah itu ada dua, (1) syahwat, (2) syubhat. Rasulullah SAW mengingatkan kita sejak berabad-abad yang lalu tentang bahayanya fitnah. Nabi mengatakan: Bersegeralah kalian mengerjakan amal saleh sebelum datangnya fitnah.

Rasulullah bersabda: Agama itu adalah nasehat. Bagi siapa? Nasehat untuk Allah, kitab-Nya dan rasul-Nya dan pemimpin kaum Muslimin dan kaum Muslimin pada umumnya.

Nasehat untuk Allah adalah mengimaninya, tauhid kepada-Nya dan taat pada perintah-Nya. Begitu juga dengan nasehat kepada Rasul.

Menjaga Allah juga sama.

Fitnah itu seperti bagian malam yang gelap gulita. Dipagi hari seseorang beriman, sore kafir. Atau disore hari dia beriman, besok pagi dia kafir. Dia jual agamanya dengan sedikit dunia.

Fitnah syahwat adalah maksiat yang dilakukan oleh manusia karena hawa nafsunya. Fitnah syubhat adalah kekacauan pemikiran atau keyakinan yang tampak sekilas bagi orang awam sebagai kebenaran, padahal dia adalah racun. Fitnah syahwat itu berbahaya tapi fitnah syubhat jauh lebih berbahaya. Maksiat dikenali oleh setiap orang (zina, narkoba, miras). Syubhat, tidak dikenal oleh setiap orang. Hanya orang yang berilmu yang memahaminya.

Ada sekelompok orang yang menyebarluaskan syubhat (racun) dikalangan kaum Muslimin.

Gus Dur mengatakan bahwa Tuhan tidak perlu dibela walaupun tidak menolah dibela.
Sarlito Wirawan Sarwono : Menurut saya Islam dan Tuhan tidak perlu dibela.

Nasehat Rasulullah kepada Abdullah bin Abbas: jagalah Allah sama dengan belalah Allah, tolonglah Allah.

Muhammad ayat 7: Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

22: 40
... Sesungguhnya Allah pasti akan memberikan pertolongan kepada orang yang menolong-Nya. ...

Menjaga Allah artinya:

  • Menjaga hukum-hukum-Nya
  • Menjaga syariat-Nya
  • Menjaga hak-hak-Nya
  • Menjaga perintah-Nya
  • Menjaga larangan-Nya
Batasan Allah itu jelas. Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. 

Hak Allah:
  • Hak untuk diibadahi
  • Hak untuk tidak disekutukan dengan kemusyrikan
  • Menjaga perintahnya
Hadits Qudsi: seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul untuk taat kepadaku maka hal tersebut tidak akan menambah kepada-Ku. Seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul untuk bermaksiat kepadaku maka tidak akan mengurangi-Ku.

Kita diperintah untuk berjuang, membela agama. 

Sebagai balasan dari apa yang kita lakukan: kalau kamu menjaga syariat-Nya, menjaga perintah-Nya, Allah akan membela kita, menjaga kita dari berbagai macam serangan yang dilancarkan oleh musuh-musuh Allah. 

Kaum Muslimin seperti busa karena kita sudah melalaikan hak Allah SWT. 

Rasulullah mengatakan bahwa beliau ditolong Allah SWT dengan disusupinya ketakutan dalam hati musuh dalam satu bulan perjalanan.

Kita disantap seperti orang menyantap makanan. Kita seperti buih di lautan. Kalian sudah dihinggapi penyakit Wahn, cinta dunia, takut menghadapi kematian. 

Jumat, 19 April 2019

FSOG Yayasan Islam Al-Amin Kapuas



Dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 April 2019, bertempat di Pusat Pendidikan Al Amin, Jl. Pemuda, Gg. II, Kuala Kapuas. Tema pertemuan hari ini adalah tentang Pemilu. Ustadz Suriani Jiddy, Lc menyampaikan beberapa hal, diantaranya:
  • Jangan memyebarkan berita Hoax atau fitnah
  • Jangan melakukan gibah atau Black Champaign
  • Jaga persaudaraan sesama muslim

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak Muhammad Hipni

Rabu, 17 April 2019

Pemungutan Suara di TPS 39 Selat Hilir, Selat, Kapuas, Kalimantan Tengah

Pada hari Rabu, 17 April 2019 di TPS 39 Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sebelum pukul 7 pagi, petugas KPPS sudah memulai kegiatan pemungutan suara. Kegiatan diawali dengan pembukaan kotak suara yang berisi kartu suara. Seluruh proses tersebut disaksikan oleh para saksi dari berbagai partai dan peninjau. Setelah selesai melakukan proses persiapan, barulah para pemilih dipanggil satu persatu untuk mendapatkan kartu suara, masuk ke bilik suara untuk "menusuk" dengan paku calon yang dipilih, kemudian memasukkan kartu suara ke kotak yang sudah disediakan dan mencelupkan jari ke tinta yang sudah disediakan.

Bagi pemilih yang sudah mengetahui siapa yang akan dipilihnya, mulai dari dipanggil sampai mencelupkan jari ke tinta, tidak memakan waktu lebih dari 5 menit.

Sabtu, 13 April 2019

Arba'in Nawawi - Hadits ke-18 (5) - Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik

Mempelajari masalah akhlak adalah sesuatu yang fardhu 'ain. Ada adab mau tidur, ada adab tidur, ada adab sesudah bangun tidur. Carut marutnya negara ini adalah karena masalah akhlak. Bukti yang paling konkrit adalah ketika kurikulum kita tidak memasukkan adab sebagai bagian yang perlu diprioritaskan. Hal ini terjadi karena yang membuat kurikulum tidak mengerti.

Syaikh Abdul Hamid Qisth - kurikulum kita dibuat oleh orang-orang yang sangat jauh dari agama. Pengaruh paham sekularisme sangat kuat di Mesir.

Anak-anak kita sedang mengikuti ujian. Pelajaran yang diujikan, diantaranya ada pelajaran akhlak. Kalau ada anak yang akhlaknya tidak baik, tapi nilainya baik, dia tetap lulus.

Umat-umat dahulu dibinasakan karena krisis akhlak. Inilah yang disebut oleh Prof. Naquib Al-Attas: problem terbesar yang dihadapi oleh umat Islam adalah kehilangan adab.

Bagaimana perhatian Islam terhadap adab, sehingga kita menjadi sangat bersyukur kepada Allah karena sudah diberikan nikmat Islam, Iman, hidayah, Qur'an, kedatangan Rasulullah SAW yang mengajarkan kepada kita tentang konsep akhlak dan contohnya. Islam mengajarkan konsep dan menyediakan sosok yang bisa dicontoh secara nyata.

Dalam surat Al-Ahzab ayat 21 Allah berfirman: Sungguh dalam diri Rasulullah ada suri teladan yang baik bagi kamu ...

Teladan yang baik dalam segala hal adalah seluruh kehidupan Rasulullah SAW. Contoh tersebut dari jenis manusia, bukan malaikat. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak bisa meneladaninya. Kalau utusan dari malaikat, maka akan ada alasan kita tidak bisa meneladaninya.

Katakanlah: Sesungguhnya aku adalah manusia seperti kamu ...

Siapa yang bisa mencontoh Rasulullah: orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah dan hari akhir. Karena itu para ulama mengatakan bahwa ada korelasi antara kuatnya kita dalam mencontoh dan meneladani Rasulullah SAW dengan rasa harap kita untuk bertemu Allah dan bertemu surga. Semakin besar harapan kita berjumpa dengan Allah SWT maka semakin kuat semangat kita untuk meneladani Rasulullah SAW. Semakin rindu kita kepada surga, semakin semangat kita mencontoh dan meneladani Rasulullah SAW. Semakin tidak mengharapkan berjumpa dengan Allah, tidak mengharapkan surga, semakin jauh dia dari meneladani Rasulullah SAW.

Barangsiapa yang mau berjumpa dengan Allah, Allah pun mau berjumpa dengannya. Orang yang tidak mau berjumpa dengan Allah, maka Allah pun tidak mau berjumpa dengannya (Hadits)

Contoh dan keteladanan yang dimiliki oleh Rasulullah SAW hanya dapat diambil oleh orang-orang yang beriman. Keimanannya dilandasi oleh ilmu. Ilmu adalah mengenal Allah, mengenal Nabi dan mengenal Islam (agamanya).

Ilmu yang diajarkan di sekolah-sekolah kita tidak mengarahkan pada mengenal Allah, mengenalkan Nabi dan mengenalkan Islam.

Dalam konsep mengajarkan ilmu: semakin banyak belajar semakin bertambah keimanan kepada Allah SWT. Semakin tinggi kelas, semakin takut kepada Allah. Konsep seperti ini sulit kita temukan. Ilmu sebatas pengetahuan yang hampa dari nilai-nilai agama. Ilmu tersekulerkan.

Budi pekerti yang kita ajarkan di sekolah-sekolah kita tidak menyodorkan sosok yang bisa dicontoh. Contohnya karakter Pancasila, kalau kita bicara karakter Pancasila, siapa yang bisa kita contoh dan kita bisa teladani mulai dari sila pertama sampai pada sila terakhir.

Katakanlah: Kalau kamu benar-benar mencintai Allah, ikuti aku. (Q.S. Ali Imran, 3: 31)

Kalau kita benar-benar beriman kepada Allah, maka wajib meneladani Rasulullah. Tidak ada artinya kita mengaku beriman kepada Allah, cinta kepada Allah kalau kita tidak menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Suatu ketika Aisyah r.a. ditanya dengan tentang akhlak Rasulullah. Beliau menjawab: Adalah Rasulullah itu Al-Qur'an. Maknanya, Qur'an harus kita jadikan sebagai landasan utama dan pokok dalam berakhlak. Kalau akhlak mau baik, kuncinya Al-Qur'an. Sejauh mana hubungan kita dengan Qur'an.

Kesalahan yang sangat fatal adalah ketika pembuat kebijakan dalam bidang pendidikan menyamakan antara umat Islam dan orang-orang diluar Islam dalam hal pembuatan kurikulum. Kurikulum pendidikan yang diterapkan untuk umat Islam sama persis dengan untuk orang-orang yang non-Muslim. Bagaimana kita mau menerapkan adab dan akhlak.

Ketika akhlak Rasulullah adalah Qur'an, maka salah satu pelajaran anak-anak kita harusnya Qur'an.

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak (Hadits)

Seluruh Nabi dan Rasul yang diutus Allah SWT memiliki risalah yang sama yaitu tauhid (aqidah). Akhlak dan tauhid tidak bisa dipisahkan, misalnya Mu'min yang paling sempurna imannya, yang paling baik aqidahnya, yang paling baik tauhidnya adalah yang paling mulia akhlaknya. Semakin baik kualitas tauhid, aqidah, maka baik pula akhlaknya.

Lukmanul Hakim memberi nasehat kepada anaknya: wahai anakku janganlah kamu sekali-kali menyekutukan Allah karena menyekutukan Allah adalah kedzaliman yang besar.

Mu'min yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya.

Tidak ada sesuatupun yang lebih berat dalam timbangan seorang mu'min di hari kiamat melainkan akhlak yang mulia.

Kualitas keimanan dan kualitas tauhid sangat berhubungan dengan akhlak.

Rasulullah SAW ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan orang ke surga: takwa dan akhlak yang mulia. Hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka: mulut dan kemaluan.

Akhlak yang mulia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tauhid.

Sesuatu yang disebutkan khusus setelah yang umum menunjukkan keutamaannya.