Kamis, 19 September 2019

Shalat Minta Hujan (Istisqa) di Kuala Kapuas

Shalat Istisqa di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah
Pada hari Kamis, 19 September 2019 bertempat di halaman Masjid Al-Mukarram Amanah, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah dilaksanakan kegiatan Shalat Istisqa. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari himbauan Gubernur Kalimantan Tengah dan Bupati Kapuas. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kapuas. Shalat Istisqa dipimpin oleh Imam Besar Masjid Agung Al-Mukarram Amanah, K.H. Ahmad Fauzi. Khutbah Shalat Istisqa disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kapuas, K.H. Nurani Sarji.

Lokalatih dan Simulasi Pelayanan Kesehatan Saat Darurat Palang Merah Indonesia

Pada hari Senin - Jum'at, 16-20 September 2019 bertempat di Hotel Grand Mercure Yogyakarta dan Pusdiklat Palang Merah Indonesia Provinsi Yogyakarta dilaksanakan kegiatan Lokalatih dan Simulasi Pelayanan Kesehatan Saat Darurat Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dukungan dana dari International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC).

Kegiatan ini diikuti oleh 22 orang staf Palang Merah Indonesia tingkat provinsi dan kabupaten se-Indonesia. Para narasumber berasal dari PMI Pusat, PMI Kabupaten Bantul, PMI Kota Bogor, PMI Kabupaten Wonogiri dan PMI Kabupaten Kapuas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses adaptasi pelatihan Public Health in Emergency yang pernah diselenggarakan oleh IFRC.

Sabtu, 14 September 2019

Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas ikut Festival Ekonomi Syariah di Banjarmasin


Bapak Giyar (kanan) bincang-bincang dengan Bapak Wuryanto (kiri) dari Bank Indonesia


Pada hari Kamis-Sabtu, 12-14 September 2019 bertempat di Duta Mall, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dilaksanakan kegiatan Festival Ekonomi Syariah untuk kawasan Indonesia Timur. Bapak Giyar, S.Pd selaku bendaraha Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas menghadiri pertemuan tersebut. 

Kamis, 12 September 2019

Kabut asap di Bandara Syamsudin Noor

Saat menunggu di Bandara Syamsudin Noor pada hari Kamis, 12 September 2019 sekitar pukul 05.45 WITA, kabu asap makin tebal dan agak menyesakkan nafas.

Sabtu, 07 September 2019

Kafir dan Musyrik - Ustadz Abrar Harun



قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (Q.S. Ali Imran, 3: 32)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim, 14: 7)

Perbuatan-perbuatan syirik:

  • Waktu pengantenan tapi memberi sesajen untuk jin
  • Menaruh jimat pada badan
Syirik khafi : ketika dia melakukan sesuatu, dia kehilangan ikhlas. Pemahaman ikhlas yang paling gampang: memberi sesuatu karena ingin diperhatikan oleh orang lain. Ikhlas itu seperti orang buang air besar yang tidak mengenang apa yang sudah dikeluarkan. 

Allah tidak akan melihat pada orang-orang yang mengungkit-ungkit pemberian tersebut. Apa yang kita lakukan tidak diperhitungkan Allah SWT. 

Syirik kecil: riya. Ketika shalat sendiri cepat. Kalau sudah dilihat orang lain, lebih lambat daripada biasa. 

Ketika kita melakukan syirik kecil, akan menghantarkan pada syirik besar. Syirik akan membatalkan amal. 

Kitab Ma'alim Fi Thariq: syirik itu ada 3: ketika berdo'a kepada Allah melalui para wali; berdo'a kepada Allah, Allah bersanding dengan yang lain; berdo'a kepada Allah, Allah bersama yang lain.

 لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. (Q.S. Al-Maidah, 5: 82)

إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
... Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (Q.S. Ibrahim, 14: 22)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): "Raa'ina", tetapi katakanlah: "Unzhurna", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 104)

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. Al-Isra, 17: 36)

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا
(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh. (Q.S. Ibrahim, 14: 3)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzab, 33: 59)

Tanya Jawab:

Masjid Dhirar

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). (Q.S. At-Taubah, 9: 107)

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.S. Al-Hujurat, 49: 14)

 إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (Q.S. Al-Hujurat, 49: 15)

Iman akan subur kalau orang memiliki kepekaan sosial. 

 لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S. At-Taubah, 9: 110)