Selasa, 23 Oktober 2018

Bangunan luar rumah Eropa (Foto Koleksi Bernhard Vischer)

Foto diatas adalah salah satu bangunan yang ada dikomplek Rumah Sakit Kuala Kapuas yang ada di daerah Barimba yang selesai dibangun pada tahun 1931.

Foto dimuat atas izin dari Bernhard Vischer

Rp 150.000 - 162 suka - 154 klik - 81 ditonton (mencoba iklan Facebook)

Pada hari Senin, 22 Oktober 2018 kemarin, admin mencoba iklan Facebook. Admin memasang target biaya $10 untuk satu hari saja dengan jangkauan pengguna Facebook yang ada di Kuala Kapuas. Hasilnya adalah sebagai berikut:

  • 9.004 orang dijangkau
  • 154 klik tautan (Facebook dan Instagram)
  • 162 suka di posting yang dibagikan (gambar diatas)
  • 81 ditonton di YouTube
Jadi kalau dirata-ratakan harga satu klik di Facebook dan Instagram adalah Rp 1.000 untuk kasus diatas. Perlu dilakukan berbagai percobaan untuk melihat variasinya.

Simulasi penanggulangan kebakaran di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Pada hari Senin, 22 Oktober 2018, Pokja Manajemen Fasilitas Kesehatan (MFK) Tim Akreditasi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran di rumah sakit. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan di dalam rumah sakit mulai dari satpam, manajemen sampai para kepala ruangan. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kapuas.

Minggu, 21 Oktober 2018

Oyek dari Pangkuh

Oyek (beras dari singkong)
Pada hari Rabu, 17 Oktober 2018 yang lalu, admin menerima bingkisan dari Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas. Pada awalnya admin menyangka ini adalah beras biasa.

Pada hari Ahad, 21 Oktober 2010 ini, admin ditawari sama istri mau mencoba oyek atau tidak. Rupanya beras yang admin bawa pulang kemarin adalah oyek (beras dari singkong) yang berasal dari Pangkuh.

Istri admin dapat pesan dari pengirim oyek tersebut bahwa oyek tersebut direndam dulu 1/2 jam setelah itu baru dikukus. Makannya pakai sambal kacang yang sudah disertakan bersama oyek tersebut. Wah rasanya enak sekali dan sambalnya pedas sekali.
Sambal kacang pendamping makan oyek

Jumat, 19 Oktober 2018

Indeks perbudakan di Indonesia

Data ini didapat dari Global Slavery Index

Populasi: 258.162.113
GDP: $11,632 (setara dengan Rp 178.353.456 - 1 dolar sama dengan 15.333 rupiah)
Peringkat prevalensi indeks: 74/167
Peringkat respon pemerintah: BB
Perkiraan jumlah yang hidup dalam perbudakan modern: 1.220.000 orang
Perkiraan proporsi yang hidup dalam perbudakan modern: 4,73/1000
Kerentanan terhadap perbudakan modern: 50,45/100

Untuk informasi lebih lanjut terhadap respon pemerintah dapat merujuk pada situs berikut ini:

https://www.globalslaveryindex.org/2018/data/country-data/indonesia/