Kamis, 12 Desember 2019

Pemantapan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Muda Kabupaten Kapuas Tahun 2019

Pada hari Kamis, 12 Desember 2019 bertempat di Sanggar Pramuka, Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan pembukaan Pemantapan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Muda Kabupaten Kapuas Tahun 2019. 

Kegiatan ini diikuti oleh Tagana Muda yang berasal dari berbagai kalangan, dari STAI, dari SMK, dan dari Swasta. Ketua panitia, Bapak Rahmadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah angkatan ke-6 yang diawali tahun 2006. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini pertama kalinya berasal dari dana Dinas Sosial Kabupaten Kapuas.

Bapak Budi, kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas berjanji untuk mendorong semua unsur di Dinas Sosial termasuk Tagana. 

Rabu, 11 Desember 2019

Insan Latif Syaukani Mokoginta di Masjid Al-Ihsan Kuala Kapuas

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Q.S. Fussilat, 41: 33)

Penting mengajak orang masuk Islam:

...  Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". ... (Q.S. Ali Imran, 3: 20)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q.S. Al-Anbiya, 21: 107)

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Q.S. Saba, 34: 28)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Q.S. Ali Imran, 3: 19)

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Q.S. Ali Imran, 3: 85)

Bagaimana meyakinkan bahwa kitab suci semua manusia adalah Qur'an

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 79)

Bagaimana meyakinkan Nabi mereka adalah Rasulullah SAW

(Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar (Q.S. Al-Hadid, 57: 29)

Nabi Isa diutus untuk Bani Israil. Nabi-nabi terdahulu adalah nabi-nabi lokal. 

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (Q.S. Ali Imran, 3: 48-49)

Allah yang menurunkan Qur'an dan menjaganya.

dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (Q.S. An-Nisa, 4: 157)

Ayat yang sering digunakan untuk memojokkan Islam sebagai teroris:

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 191)

Jawabannya: Dibaca dari ayat 190, jelas bahwa ini konteksnya adalah peperangan.

Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. (Q.S. Muhammad, 47: 4)

Jawabannya: Baca yang diarsir kuning.

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Hasyr, 59: 22-24)

Sabtu, 30 November 2019

Merindukan Surga - Hadits ke-22 Arba'in Nabawi - Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Setiap kaum Muslimin pasti merindukan surga karena kehidupan dunia ini sementara.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

(Q.S. Ali Imran, 3: 185)

At-takatsur adalah perlombaan dan kompetisi mengejar dunia. 

Hadits: Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus kenikmatan

Hadits: Ada dua nikmat yang kebanyakan kita terpedaya olehnya yaitu nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan. 

Hadits: Maka barangsiapa yang dihindarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka dia adalah orang yang beruntung.

Kesuksesan di dunia tidak bisa dijadikan sebagai ukuran karena dunia adalah kesenangan yang semu. 

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (Q.S. Al-Kahfi, 18: 110)

Syarat bagi orang yang merindukan surga:
  • beramal saleh
  • tidak menyekutukan Allah dalam beribadat kepada Tuhannya
Hadits: barangsiapa yang mau berjumpa dengan Allah, maka Allah juga mau berjumpa dengannya. Maka barangsiapa tidak mau berjumpa dengan Allah, maka Allah tidak mau berjumpa dengannya. 

Rasulullah menjelaskan dua kondisi manusia saat digotong ke kubur. Jenazah yang kita gotong berbicara, semua mendengar kecuali manusia. Jika yang kita gotong adalah orang yang beriman, saleh, yang merindukan surga berkata: Ayo segera, ayo segera. Kenapa mau cepat, karena dia mau istirahat dari lelahnya dunia, beratnya fitnah dunia. 

Dalam riwayat lain, Rasulullah menjelaskan ketika beliau sedang duduk bersama dengan para sahabat. Ketika lewat orang yang menggotong jenazah, beliau berkata: kira-kira jenazah yang tadi, jenazah yang mau istirahat atau makhluk yang ditinggalkannya yang istirahat. 

Ada tiga makhluk yang mau istirahat kalau ditinggalkan manusia: manusia, hewan, tumbuhan. 

Orang yang beriman akan beristirahat. Orang yang fajir, maka kita yang istirahat dari keonarannya. 

Yang kedua, manusia durjana, durhaka, dia berkata: hei kalian semua yang membawa saya, mau dibawa kemana saya. Kalau manusia mendengar, mereka akan pingsan mendengarnya. 

Agama menganjurkan kepada kita semua, maka segera kita urus jenazahnya, jangan ditunggu-tunggu. Kita berbaik sangka dia termasuk orang yang saleh yang mau istirahat. Untuk mendapatkan apa yang dijanjikan oleh orang-orang yang saleh. Telah aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh, sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, yang tidak pernah di dengar oleh telinga. Itulah kenikmatan surga.

Imam Ibnu Qayyim: meminta surga dan berlindung dari neraka adalah jalan para nabi, para aulia, orang-orang saleh.  

Ada orang yang mengatakan bahwa dalam beramal tidak boleh menginginkan surga, karena dianggap beramal meminta imbalan dan itu tidak ikhlas. Benarkah demikian. Itulah yang dijawab oleh Imam Ibnu Qayyim diatas. 

Kita menginginkan apa yang dijanjikan oleh Allah SWT. Kita beramal memang mengharapkan surga. 

Rasulullah SAW berdo'a minta surga: Ya Allah, aku memohon kepada engkau surga dan segala sesuatu yang mendekatkanku ke surga itu dan aku berlindung kepada Engkau yang Allah dari siksa neraka dan apa-apa yang mendekatkanku dari neraka tersebut. 

Yang berdo'a adalah Rasulullah yang sudah dijamin surga. Dosa yang belum dilakukan pun sudah diampuni. Rasulullah adalah ahli surga. Ada jaminan surga secara pasti kepada beliau.

Rindunya kita kepada surga dan takut kepada neraka tidak menafikan keikhlasan. Keikhlasan adalah beribadah kepada Allah yang telah menjanjikan kenikmatan surga dan menyampaikan ancaman bagi orang-orang yang menyombongkan diri dengan tidak beribadah kepada Allah.

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak menyombongkan diri maka dia akan masuk ke dalam neraka.

Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. (Q.S. At-Tahrim, 66: 11)

Isteri Fir'aun bertahun-tahun menyembunyikan keimanan. Ketika diketahui dia beriman, dia diazab dengan siksa yang luar biasa. Disaat dia menghadapi siksa yang begitu berat, dia berdo'a agar diberikan rumah di surga. Lalu Allah membuka hijab surga. Dia tidak lagi merasakan beratnya siksaan tersebut. Dia meninggal dalam keadaan tersenyum karena melihat surga. 

Apakah iman orang yang beramal tidak mengharapkan surga, lebih baik imannya dari Asiyah yang sanggap menghadapi siksa yang luar biasa.

Orang yang beriman melihat surga (kenikmatan) atau perkara-perkara gaib yang disebutkan Allah dalam Qur'an, bukan dengan mata fisik tapi mata bashirah. Mata kita semakin sehat, semakin bisa melihat apa yang ada dihadapannya. Kalau mata kita sakit atau bermasalah, maka semakin kabur pula apa-apa yang ada didepannya. 

Begitu juga bashirah, yang bisa melihat hal-hal yang ghaib. Orang yang bashirahnya sehat, melihat kenikmatan surga seperti melihat apa-apa yang ada disekitar mereka. 

Ketika kami duduk di majelis Rasulullah, mereka mengatakan bahwa mereka seperti melihat surga di hadapan kami. Ketika Rasulullah menjelaskan neraka, seolah-olah melihat neraka di depan mata.

Seorang sahbat di Perang Uhud, ketika kaum Muslimin mengalami kekalahan. Banyak yang mundur, ada yang malah maju. Ketika ada yang bertanya mengapa dia maju, dia mengatakan bahwa dia mencium aroma surga dari balik bukit tersebut. Ini adalah bashirah.

Setelah peperangan selesai, para sahabat mencari jenazah sahabat tadi, tubuhnya sudah tercabik-cabik oleh tusukan pedang. 

Kita melihat surga dan neraka dengan mata hati. Sifat pertama orang yang bertakwa adalah beriman kepada yang ghaib. Inilah yang memotivasi kita untuk senantiasa beramal. 

Selasa, 26 November 2019

RSUD Kapuas jadi "Role Model" untuk pelayanan publik yang baik


Pada hari Jum'at, 22 November 2019, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menerima Piagam Penghargaan dari Deputi Bidang Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Baik Tahun 2019 di Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta. Penghargaan ini diterima oleh direktur rumah sakit, dr. Agus Waluyo, MM didampingi oleh penanggung jawab pelayanan publik Elvina Togalami, S.Kep, MM.

Minggu, 24 November 2019

Napak tilas Stasiun Tebet dan Stasiun Depok



Pada tahun 1986-1989, saya pernah menggunakan rute Depok - Tebet untuk menjalani pendidikan di SMA Negeri 8 Jakarta. Jadi pada hari Ahad, 24 November 2019, saya menyengaja untuk naik kereta dari Stasiun Tebet ke Depok. Ada perubahan besar pada stasiun ini karena sudah memakai stasiun standar, namun perubahan itu cuma pada bagian depan saja. Tempat menunggu kereta tidak banyak berubah. Tadinya saya berpikir got yang ada di pinggir stasiun ini sudah ditutup, ternyata tetap ada.

Menelusuri jalan baru ke Bandara Internasional Syamsudin Noor




Pada hari Sabtu, 23 November 2019, saya mencoba jalan baru menuju ke Bandara Internasional Syamsudin Noor dari Jalan Gubernur Syarkawi. Pada awal minggu ini saya baca di Banjarmasin Post bahwa jalan tersebut masih belum sepenuhnya diaspal, rupanya memang benar. Ada beberapa ruas jalan yang belum diaspal. 

Yang paling menarik adalah ketika saya sampai di dekat bandara, ternyata saya tidak diizinkan masuk, karena bandaranya belum beroperasi. Padahal pada koran yang saya baca tersebut diberitakan bahwa diusahakan pada hari Jum'at, 22 November 2019 yang lalu, bandara akan dibuka. Rupanya target tersebut belum tercapai.

Sabtu, 23 November 2019

Whisper - Nouman Ali Khan


Pada hari Sabtu, 23 November 2019 bertempat di  Balai Kartini, Nouman Ali Khan menyampaikan kuliah dengan judul "Whisper". Kegiatan ini diikuti oleh para penggemar Nouman Ali Khan yang berasal dari berbagai daerah dan negara. Admin sempat berbincang dengan peserta dari Belanda.