Jumat, 18 Januari 2019

Mitos dan fakta seputar mata

Mitos: Senam mata dapat menunda pemakaian kaca mata
Fakta: Senam mata tidak akan memperbaiki, memelihara, atau membantu kesehatan mata anda, atau mengurangi keperluan terhadap kacamata. Penglihatan anda bergantung pada berbagai faktor, termasuk bentuk dari bola mata anda dan kesehatan dari jaringan mata, tidak satupun yang dapat diubah dengan senam mata secara berarti.

Mitos: Membaca dengan lampu temaram akan memperburuk penglihatan anda.
Fakta: Lampu temaram tidak akan merusak penglihatan atau kesehatan mata. Meskipun demikian, hal tersebut akan lebih cepat melelahkan mata anda. Cara terbaik untuk memposisikan cahaya baca adalah membuat sinarnya langsung ke halaman yang sedang dibaca, tidak dari bahu anda. Lampu meja dengan bayangan opak yang diarahkan langsung ke bacaan adalah ideal.

Mitos: Wortel adalah makanan terbaik untuk mata.
Fakta: Wortel, yang mengandung vitamin A, baik bagi mata. Tetapi buah-buahan segar dan sayur yang daunnya berwarna hijau, yang mengandung lebih banyak vitamin anti oksidan seperti vitamin C dan E, lebih baik untuk kesehatan mata. Antioksidan dapat membantu melindungi mata terhadap katarak dan degenerasi makula terkait-usia. Jangan harapkan wortel bisa mencegah atau memperbaiki masalah penglihatan seperti rabun dekat atau rabun jauh.

Mitos: Paling baik adalah tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak sepanjang waktu. Melepasnya memungkinkan mata anda beristirahat.
Fakta: Jika anda memerlukan kacamata atau lensa kontak untuk melihat jauh atau membaca, gunakan mereka. Tidak mengenakan kacamata akan meregangkan mata anda dan melelahkan mata anda, justru tidak mengistirahatkan mereka. Meskipun demikian, hal tersebut tidak akan memperburuk penglihatan anda atau mengakibatkan penyakit mata.

Mitos: Memandang layar komputer sepanjang hari buruk bagi mata.
Fakta: Menggunakan komputer tidak merusak kesehatan mata anda. Meskipun demikian, memandang layar komputer sepanjang hari dapat menyebabkan regangan pada mata atau melelahkan mata. Orang yang melihat layar komputer untuk waktu yang lama cenderung tidak berkedip sebagaimana biasanya, yang dapat menyebabkan mata terasa kering atau tidak nyaman. Untuk membantu mencegah regangan; sesuaikan pencahayaan sehingga tidak membuat pantulan kasar pada layar, istirahatkan mata anda secara singkat setiap 20 menit, dan upayakan mengedip secara teratur sehingga mata anda akan tetap memiliki pelumas.

Sumber: HEALTHbeat 18 Januari 2019

Kamis, 17 Januari 2019

Roti dan kue buatan Ibu Ida




Hari ini admin mendapatkan cerita dari teman dikantor bahwa Ibu Ida membuat roti dengan kualitas yang baik. Saat mencobanya, ternyata benar bahwa rasanya enak. Bagi yang berminat untuk menikmati roti dan kue diatas dapat menghubungi Mbak Shinta di 0821-5696-6012.

Foto-foto dikirim oleh Mbak Shinta

Selasa, 15 Januari 2019

Dari Basarang ke Kuala Kapuas dengan Bis Yessoe

Naik bisa dini hari dari Palangka Raya ke Kuala Kapuas menggunakan Bis Yessoe cukup cepat. Kita berangkat jam 03.00 WIB dari Palangka Raya, sampai di Pulang Pisau jam 04.30 WIB, jadi masih sempat shalat Subuh di Rumah Makan Candi Laras. Bis akan beristirahat di Pulang Pisau selama setengah jam, setelah itu melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin.

Ketika melewati Basarang, admin mengambil video diatas. Pada awalnya ada sudut dengan jendela, tapi akhirnya disejajarkan dengan jendela, sehingga obyeknya lebih jelas.

Senin, 14 Januari 2019

Wisata durian di Sei Pasah



Pada hari Ahad, 13 Januari 2019, admin diundang oleh Bapak Bambang untuk menikmati durian di Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kami diminta untuk berkumpul dulu di pertigaan Sei Pasah setelah Jembatan Pulau Petak, kemudian bersama-sama menuju lokasi. Di seberang Kelurahan Sei Pasah ada jalan ke dalam, kami mengikuti jalan tersebut sampai semennya habis. Setelah itu kami harus melewati jalan yang becek. Kami memarkir motor dipinggir sungai kecil. Kami menyeberangi jembatan kecil. Kami menyusuri jalan yang dikiri kanannya dibatasi oleh pohon sengon.

Waktu berangkat kami melewati kawasan hutan yang banyak nyamuknya. Ketika sampai di lokasi, rupanya sudah disiapkan durian-durian yang akan dinikmati. Kami menikmati durian yang baru jatuh sampai menjelang Zuhur, setelah itu kami pulang.

Sabtu, 12 Januari 2019

Pembahasan Arba'in Nawawi, Hadits ke-15 - Memuliakan Tamu



Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berkata baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.
Dalam Kitab Wafi – ada judul – termasuk keimanan adalah berkata yang baik dan memperhatikan hak tamu dan tetangga.

Tidak boleh mengatakan bahwa orang yang tidak berkata baik, tidak memuliakan tetangga dan tidak memuliakan tamu berarti tidak beriman.

Iman di sini adalah kesempurnaan iman. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir dengan keimanan yang sempurna. Jadi orang yang tidak berkata baik, tidak memuliakan tetangga dan tidak memuliakan tamu, imannya tidak sempurna.

Orang Khawarij mengatakan bahwa orang yang bermaksiat apa pun sebagai kafir.

Memuliakan tamu

Ada hubungan memuliakan tamu dengan keislaman. Memperlakukan tamu pun ada peraturannya.
Tamu itu bahasa Arabnya “dhaifun”, jamaknya “dhuyuuf”. Jama’ah haji disebut “dhuyuufun rahman”.


Siapakah tamu yang wajib dimuliakan?

"Tamu tidak diundang" tidak dimuliakan.

Istilah "tamu" sekarang disalahgunakan. Misalnya pelanggan pekerja seks komersial disebut "tamu".

Istilah sekarang sering disalahgunakan: misalnya wanita tuna susila diubah menjadi pekerja seks komersial. Ini disebut sebagai "fitnah istilah".

Tamu yang wajib dimuliakan adalah musafir (tamu yang datang dari jauh).

Musafir ini sampai "wajib" menjamunya. Perlakuannya khusus.

Masjid seharusnya tidak boleh dikunci. Seharusnya di masjid disediakan tempat untuk musafir.

Mengapa yang dimuliakan adalah tamu yang spesifik karena "Safar adalah salah satu bentuk azab (siksaan)". Nabi dulu berdagang dari Mekah ke Syam, melewati padang pasir. Di tengah jalan bisa ada perompak.

Zaid bin Haritsah bepergian dengan keluarganya, dirompak, dia menjadi budak, pindah dari tangan ke tangan sampai menjadi budak Khadijah. Ketika bapaknya tahu bahwa Zaid tinggal bersama Rasulullah, orang tuanya mendatanginya, tapi Zaid tetap ingin tinggal bersama Rasulullah.

"Dengan Safar orang tidak karuan makan, tidak karuan minum, tidak karuan tidur." Ini dulu, sekarang semuanya enak.

Sunnah Para Rasul

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaamun". Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal". Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silahkan anda makan". (Q.S. Adh-Dhaariyat, 51: 24-27)

Salah satu sifat mulia Nabi Ibrahim adalah senang memuliakan tamu. Hal ini tidak dimuliakan oleh semua orang. Ada yang menganggap bahwa tamu ini merepotkan. Nasehat ulama membangun rumah. Sediakan ruangan khusus untuk tamu. Lebih penting dari menghias rumah dengan sesuatu yang tidak perlu. Menyediakan ruangan khusus tamu yang tidak merepotkan keluarga. 

Adab menerima tamu. Yang wajib kita lakukan adalah  (1) memberikan perhatian lebih. Memberikan perhatian sepenuhnya. Apa yang dia perlukan, kita layani sepenuhnya. Waktunya satu hari satu malam. Kita perlakukan seistimewa mungkin. (2) memberikan perhatian semampu kita, waktunya tiga hari tiga malam. 

Nabi Ibrahim tidak kenal dengan tamunya, beliau tidak tahu bahwa mereka malaikat. Tapi beliau memperlakukan mereka dengan istimewa. Adabnya adalah memberikan hidangan istimewa.