Postingan

The Salahuddin Generation (Ep. 3): Imam Al-Ghazali dan Cetak Biru Kebangkitan Umat

Gambar
  Ada masa ketika para pemimpin Muslim silih berganti muncul—lalu satu per satu jatuh, dikhianati, atau dibunuh. Di permukaan, yang tampak hanyalah kekacauan dan kekalahan. Namun episode ini mengingatkan kita: di balik hiruk-pikuk politik dan perang, para ulama sedang meletakkan fondasi perubahan yang sering tidak dicatat sejarah. Dari perlawanan mendesak di Aleppo hingga reformasi generasi oleh Imam Al-Ghazali—di sinilah “blueprint” kebangkitan itu disusun. 1) Bagaimana Muslim Melihat Pasukan Salib: Kuat Bertempur, Tapi “Kosong” di Luar Itu Episode ini membuka dengan cara pandang Muslim pada masa itu terhadap “Franks” (pasukan salib). Mereka diakui unggul dalam keberanian dan perang , namun dalam hal lain—ilmu, kesehatan, dan tata hidup—dilukiskan sangat tertinggal. Ada kisah tentang permintaan dokter dari pihak pasukan salib karena Muslim lebih maju dalam pengobatan . Tetapi yang mengejutkan: tindakan “religius tanpa ilmu” membuat pengobatan berubah menjadi keputusan ekstrem...

The Salahuddin Generation (Serial 2) Perang Salib Pertama: Mengapa yang Runtuh Duluan Justru Kita?

Gambar
  Dalam Episode 2, Dr. Hassan Elwan mengajukan tesis yang “menyakitkan” tetapi penting: Yerusalem tidak jatuh pertama kali karena pasukan Salib lebih kuat atau lebih banyak—melainkan karena sesuatu di internal dunia Muslim sudah runtuh terlebih dahulu. Episode ini menelusuri Perang Salib Pertama dari mobilisasi Eropa, Nicaea, Dorylaeum, Antioch, Ma‘arra, hingga pembantaian Yerusalem tahun 1099—lalu menutupnya dengan pertanyaan tajam: mengapa orang-orang yang tulus terus kalah? 1) Kekuatan Paus dan mesin mobilisasi Eropa Dr. Hassan membuka dengan menjelaskan konteks Eropa abad pertengahan: meski terpecah secara politik, ada satu figur yang sangat dominan, yakni Paus —dipandang sebagai “otoritas tertinggi” yang ditaati, bahkan oleh para penguasa. Dari sinilah Perang Salib dipantik melalui seruan Paus Urban II di Clermont: gabungan retorika agama + janji keuntungan duniawi (tanah subur, harta, “milk and honey”). Intinya: mereka tidak hanya “marah”—mereka terorganisasi . 2) ...

Diet rendah karbohidrat dan rendah lemak bisa baik untuk jantung—asal pilih bahan makanannya

Gambar
  Belakangan ini, diet rendah karbohidrat (low-carb) dan rendah lemak (low-fat) sering dijadikan “jalan cepat” untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah dua pola diet ini benar-benar menyehatkan jantung? Sebuah studi baru dari peneliti Harvard T.H. Chan School of Public Health memberi jawaban yang cukup jelas: bukan semata-mata berapa banyak karbohidrat atau lemak yang kita kurangi, tetapi kualitas makanan yang kita pilih. Intinya: kualitas lebih penting daripada sekadar “mengurangi” Studi ini menemukan bahwa diet low-carb dan low-fat dapat menurunkan risiko penyakit jantung bila pola makannya: kaya makanan nabati berkualitas tinggi (buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian utuh/whole grains, dan polong-polongan), rendah produk hewani , serta rendah karbohidrat olahan (misalnya roti tawar putih, kue manis, minuman berpemanis, dan makanan tepung yang sangat diproses). Sebaliknya, low-carb atau lo...

Hari Kanker Anak Sedunia: Informasi yang Benar, Harapan yang Lebih Besar

Gambar
  Tanggal 15 Februari 2026 diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia . Peringatan ini mengajak kita semua untuk menaruh perhatian pada satu kenyataan penting: peluang sembuh anak dengan kanker sangat dipengaruhi oleh akses terhadap layanan kesehatan dan informasi yang tepat. Poster ini menyampaikan pesan yang kuat. Di negara-negara kaya, sebagian besar anak penderita kanker dapat bertahan hidup karena deteksi dini, pengobatan yang tersedia, serta pendampingan keluarga yang memadai. Namun, di banyak negara berpenghasilan rendah, masih banyak anak yang kehilangan kesempatan itu—bukan semata karena penyakitnya, tetapi karena keterbatasan akses pemeriksaan, rujukan, obat, hingga edukasi kesehatan. Salah satu kunci perubahan adalah akses terhadap informasi kesehatan yang andal . Informasi yang benar membantu orang tua mengenali tanda bahaya lebih cepat, memahami tahapan pemeriksaan dan terapi, serta mengambil keputusan yang tepat tanpa terjebak hoaks atau keterlambatan penanganan...

Aksi Sosial Muhammadiyah Kapuas: 17 Anak Disunat, 51 Warga Berobat Gratis

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas melalui kolaborasi lintas majelis, lembaga, dan organisasi otonom (Ortom) kembali menggelar aksi sosial. Kegiatan yang digawangi oleh Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), LazisMu, serta Ortom PDM Kapuas ini memusatkan perhatian pada layanan kesehatan masyarakat dan khitanan bagi anak-anak di wilayah setempat. ​Agenda yang berlangsung dengan khidmat ini berhasil menjaring puluhan penerima manfaat. Tercatat sebanyak 17 anak mengikuti prosesi sunatan massal, sementara 51 warga lainnya mendapatkan layanan pengobatan gratis. Kehadiran tim medis dari MPKU dan dukungan logistik dari LazisMu memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan standar kesehatan yang baik dan efisien tanpa memungut biaya dari peserta. ​Sinergi antar-lini di internal Muhammadiyah Kapuas ini menjadi kunci keberhasilan acara. MDMC berperan aktif dalam ma...

The Salahuddin Generation (Serial 1) Bangkit dari Masa Tergelap: “The Rise of the Assassins” dan Awal Lahirnya Generasi Salahuddin

Gambar
  Ada kalanya kita merasa hidup di masa paling buruk dalam sejarah umat: perpecahan, pengkhianatan, musuh yang mengepung, dan rasa putus asa yang sulit dipadamkan. Dalam pembuka serial The Salahuddin Generation , Dr. Hassan Elwan justru mengajak kita “mundur” ke masa yang jauh lebih gelap—untuk membuktikan satu hal: umat pernah jatuh lebih parah, dan pernah bangkit dengan lebih mulia . Episode perdana ini berjudul “The Rise of the Assassins” (tayang perdana 6 Desember 2025 ) dan menjadi fondasi narasi besar: Salahuddin bukan “pahlawan tunggal”, melainkan buah dari sebuah generasi —generasi yang dibentuk oleh krisis, lalu dipulihkan melalui ilmu, lembaga, dan keteguhan iman. 1) Bukan “Salahuddin dulu”, tapi “luka besar sebelum Salahuddin” Alih-alih memulai cerita dari kelahiran sang tokoh, Dr. Hassan Elwan menegaskan: tantangan terbesar generasi Salahuddin bukan semata pasukan Salib, melainkan korupsi dan kerusakan internal —dari penguasa hingga masyarakat. Karena itu, jendela...

Kisah Nabi Nuh: Pelajaran Ramadan tentang Sabar, Dakwah, dan Doa

Gambar
  Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan “mengisi ulang” (recharge) iman, memperbaiki cinta kepada Allah, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menguatkan semangat kolaborasi dalam kebaikan. Dalam salah satu kajian tarhib Ramadan, Dr. K.H. Atabik Luthfi, M.A. mengajak kita meneladani Nabi Nuh ‘alaihissalam melalui pesan-pesan utama dalam Surat Nuh . Kisah Nabi Nuh bukan hanya cerita masa lalu. Ia adalah cermin bagi siapa pun yang sedang berjuang di jalan kebaikan—di rumah, di kantor, di masyarakat, bahkan di dalam perjuangan memperbaiki diri. Nabi Nuh: Rasul yang Sabar dalam Ujian Panjang Nabi Nuh dikenal sebagai nabi yang diuji dengan kesabaran luar biasa. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa beliau berdakwah kepada kaumnya dalam waktu yang sangat lama—hingga 950 tahun . Bayangkan, betapa panjang dan melelahkannya perjuangan itu. Dari sini kita belajar: kesabaran bukan sekadar diam , tetapi bertahan dalam ketaatan dan tetap teguh dalam kebenaran. Rama...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas