Senin, 16 Juli 2018

Kiprah Komunitas "Amanah Guru Kita"






Pada hari Ahad, 15 Juli 2018, para anggota Komunitas "Amanah Guru Kita" membagikan bingkisan dari hasil donasi yang sudah mereka kumpulkan kepada para yatim yang ada di Basarang dan Kuala Kapuas sebanyak 50 bungkus.

Berita dan foto dikirimkan oleh Rida.

Minggu, 15 Juli 2018

Fungsi As-Sunnah - Ustadz Suriani Jiddy, Lc



Sunnah qauliyah: perkataan Rasulullah

Sunnah fi’liyah: perbuatan Rasulullah

1.       Jibilliyah: perbuatan Nabi sebagai manusia biasa yang terikat dengan adat istiadat, tradisi, budaya; kecenderungan dan selera beliau;

2.       Khususiyyah: perbuatan yang dikhususkan bagi Rasulullah dan umatnya tidak boleh mengikutinya: beristri lebih dari empat

3.       Tasyri’iyyah: perbuatan yang mengandung tasyri’ dan kewajiban kita untuk mengikutinya

Sunnah takririyah: persetujuan Rasulullah

Sifat-sifat Rasulullah

Kajian ini sesuai dengan Hadits yang ke-9: Apa yang diperintahkan kerjakan sesuai dengan kemampuanmu.

Fungsi Sunnah

1.       Menjelaskan apa-apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an.
2.       Menguatkan apa-apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an.
3.       Menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan oleh Al-Qur’an.

Menjelaskan Al-Qur’an

keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, (Q.S. An-Nahl, 16: 44)

Tugas Rasulullah adalah menyampaikan wahyu yang beliau terima. Apa yang beliau terima itu, semuanya disampaikan oleh Nabi, tidak ada yang ditinggal. Ini disampaikan kepada para sahabat dan sampai kepada kita. Nanti ada orang yang mengatakan bahwa Rasulullah hanya menyampaikan kepada sebagian sahabat dan tidak kepada yang lain. Tidak ada yang diistimewakan dan tidak ada yang dianaktirikan.

Rasulullah sangat mengerti betul apa yang beliau terima. Bagaimana beliau akan menerangkan kalau beliau tidak mengerti apa yang beliau terima. Jangan terkecoh dengan ucapan orang yang mengatakan bahwa hanya Tuhan yang mengetahui kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi tidak mengetahui kebenaran. Hal ini terjadi saat kita memprotes aliran sesat yang ada di Indonesia. Kelompok Liberal mengatakan bahwa kita tidak hak untuk mengatakan kelompok ini sesat, yang tahu kebenaran hanya Allah.

Kalau mereka mengatakan bahwa Nabi tidak mengenal kebenaran, maka apa yang beliau sampaikan tentu tidak benar. Hal ini menyesatkan.

Imam Asy-Syafi’i : semua yang datang dari Rasulullah merupakan penjelasan dari Al-Qur’an. Orang yang menerima Qur’an wajib menerima Rasulullah, karena Allah mewajibkan kita untuk mematuhi Rasulullah.
“apa-apa yang aku perintahkan maka laksanakanlah semampumu dan apa-apa yang aku larang maka jauhilah”

Kalau kita tidak mengakui kebenaran Rasulullah, maka kita akan menolak ucapan diatas.
Umar bin Khattab: akan datang suatu masa dimana manusia akan mendebat kalian dengan syubhat-syubhat Qur’an, maka debatlah mereka dengan hadits karena sesungguhnya ahli hadits lebih memahami Al-Qur’an.

Ibnu Katsir menyampaikan tingkatan-tingkatan tafsir:

Tafsir Qur’an dengan Qur’an.

Contohnya 2: 2-3 - 

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Jalan yang lurus adalah jalan orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang yang engkau murkai dan bukan jalan orang yang sesat (Q.S. Al-Baqarah, 2: 7)

Kalau kita tidak menemukan tafsirnya dalam Qur’an, maka kita mencarinya dalam hadits.

Ada orang yang menginterpretasikan Qur’an berdasarkan pendapatnya sendiri. Orang-orang liberal mengartikan “la ikraaha fid-diin” sebagai semua agama itu benar. Ditambah lagi dalam Qur’an yang mengatakan, “barang siapa yang mau beriman, berimanlah. Barang siapa yang mau kufur, kufurlah” Ini menyesatkan.

Jadi benar apa yang dikatakan oleh Umar bin Khattab bahwa akan ada orang yang mendebat kalian dengan syubhat-syubhat Qur’an. Kita menjawabnya dengan sunnah.

Abdullah bin Abbas r.a: Ali bin Abi Thalib mengutus Ibnu Abbas untuk mendatangi kaum Khawarij untuk mendebat mereka. Khawarij adalah orang-orang yang mengkafirkan sahabat Nabi. Ibnu Abbas ingin berdikusi dengan mereka. Khawarij ini adalah orang-orang yang ahli ibadah. Kenapa mereka bisa terjerumus kepada kesesatan, yaitu mengkafirkan sahabat Nabi. Mereka juga beranggapan bahwa orang yang berbuat dosa adalah kafir. Menurut mereka dosa itu adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menurut mereka barangsiapa yang bermaksiat maka gugurlah keimanannya.

Menurut ulama ahlu sunnah wal jama’ah, iman itu bisa naik dan turun.

Apa yang melatarbelakangi pendapat kaum khawarij tersebut? Karena mereka tidak memahami Qur’an dengan sunnah.

Nasehat Ali kepada Ibnu Abbas: janganlah kamu mendebat mereka dengan Qur’an karena pemahaman Qur’an bisa diarahkan ke berbagai makna. Seperti kaum Liberal yang memahami Qur’an sesuai keinginan mereka. Maka Ali meminta Ibnu Abbas untuk mendebat mereka dengan sunnah.

Penjelasan Praktek Shalat

Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan ruku’lah bersama-sama dengan orang-orang yang ruku’.
Bagaimana cara mendirikan shalat tidak dijelaskan dalam Qur’an. Misalnya masalah waktu-waktunya tidak dijelaskan secara rinci. Allah Cuma mengatakan: Sesungguhnya shalat itu diwajibkan bagi orang-orang beriman pada waktu tertentu. Kita tidak menemukan bilangan raka’at shalat dalam Qur’an. Secara umum Rasulullah mengatakan shalatlah kalian sebagaimana kalian mendapatiku shalat. Termasuk hal-hal yang membatalkan shalat, wudhu’ dan lain-lain.

Penjelasan Praktek Puasa

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa ... (Q.S. Al-Baqarah, 2: 183)

Penjelasan Praktek Haji

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah ...

Ambillah manasik haji dariku.

Hukuman bagi pencuri

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya. Ini sangsi bagi orang yang mencuri sebagai pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan siksaan dari Allah SWT.

Pertanyaannya adalah: apakah semua yang mencuri sangsinya potong tangan? Misalnya curi sendal dipotong sendal. Ternyata tidak semua barang yang dicuri, pencurinya dipotong tangan. Rasulullah menjelaskan: 

Tangan pencuri tidak boleh dipotong kecuali barang yang dicurinya mencapai seperempat dinar atau lebih.
Jadi barang curian juga ada nishabnya yaitu ¼ dinar atau lebih. 1 dinar = 4,25 gram emas.

Sangsi pencurian itu ada syarat-syaratnya salah satunya sampai pada nishabnya.

Bahasa Qur’an tentang pencuri adalah potong tangan. Tangannya dimana yang dipotong. Di pergelangan tangan.

Sangsi bagi pezina

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nuur, 24: 2)

Beda antara ayat yang menceritakan tentang orang yang mencuri dan berzina.

Ayat pencurian: pencuri laki-laki dan pencuri perempuan

Ayat berzina: perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina

Apa rahasianya pada pencurian disebut laki-laki dahulu sedangkan ayat berzina disebut perempuan duluan.
Salah satu penjelasan: pencurian banyak dilakukan oleh laki-laki. Perempuan yang banyak menyebabkan laki-laki berzina.

Dalam ayat ini tidak dijelaskan tentang laki-laki dan perempuan yang mana. Yang dimaksud dalam ayat ini adalah laki-laki dan perempuan yang belum menikah. Untuk yang sudah menikah, hukumannya adalah hukuman rajam. Ayatnya pernah ada tapi dinasakh (dihapus).

Fungsi Sunnah: menguatkan hukum yang ada dalam Qur’an

Tentang Shalat: hukumnya wajib. Kewajiban shalat ini dijelaskan lagi dalam hadits: Bangunan Islam itu ada lima perkara (rukun Islam).

Fungsi Sunnah: menetapkan hukum yang tidak ditetapkan dalam Qur’an. Contohnya adalah makanan:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. ... (Q.S. Al-Maidah, 5: 3)

Makanan itu prinsipnya muamalah: selama tidak dilarang mubah. Yang dilarang dalam ayat diatas adalah: 1) bangkai, 2) darah, 3) daging babi, 4) bangkai.

Binatang yang diharamkan:
1.       Keledai yang jinah
2.       Binatang yang bertaring
3.       Burung yang bercakar
4.       Hewan jalalah (binatang yang memakan kotoran sendiri atau kotoran manusia, sehingga ketika dia makan kotoran dagingnya berubah seperti kotoran yang dimakannya). Solusinya, binatang tersebut dikurung berhari-hari sehingga sifatnya berubah.
5.       Setiap hewan yang disyariatkan untuk dibunuh seperti tikus, kalajengking, ular
6.       Setiap hewan yang dilarang untuk dibunuh seperti semut

Jumat, 13 Juli 2018

Pertemuan Teknis Penyelenggaraan Telemedicine

Pada hari Kamis, 12 Juli 2018 bertempat di Ruang Puruk Cahu, Hotel Neo Palangka Raya, dilaksanakan kegiatan Pertemuan  Teknis Penyelenggaraan Telemedicine. Pertemuan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Pertemuan ini diikuti oleh para direktur rumah sakit, para spesialis dan puskesmas yang akan menjadi "pilot project" telemedicine di Kalimantan Tengah.

Narasumber pertemuan ini adalah dari kementerian kesehatan RI, dokter spesialis radiologi dari RSUD Puruk Cahu, dokter spesialis kebidanan dan dokter spesialis jantung dari RSUD Doris Sylvanus. Harapan pertemuan ini, Telemedicine yang dapat dikembangkan di Kalimantan Tengah adalah Teleradiologi, Tele-USG dan Tele-EKG.

Rabu, 11 Juli 2018

Pemenang Lomba Cerita Impact Kategori Video PLM Nasional 2018

Video diatas menceritakan bagaimana kisah Ibu Tutik, ibu rumah tanggal, yang memanfaatkan fasilitas yang ada di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kapuas untuk belajar. Kemudian dari ketrampilan yang beliau miliki tersebut, beliau mengajarkan para ibu-ibu yang lain untuk bisa melakukan hal yang sama. Dari ketrampilan yang beliau peroleh dari internet tersebut, beliau bisa memiliki pendapatan lebih dari Rp 2.000.000 per bulan.

Minggu, 08 Juli 2018

Tangga-tangga takwa - Ustadz Abrar Harun


Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan ampunan dari Allah maka Allah akan mengampuni dosanya. (Hadits)

Mau dimaafkan atau tidak, itu adalah hak prerogatif Allah. Kita hanya memprediksi saja. Para imam sepakat bahwa bagi siapa yang mendapat ampunan dari dosa karena ibadah Ramadhannya maka akan ada empat perubahan:

·         Tauhid lebih baik
·         Ibadah lebih baik
·         Hubungan dengan Allah lebih baik
·         Hubungan dengan manusia lebih baik

Bisa dilihat dari bagaimana perkembangan shaf shalat Subuh saat Ramadhan dan sesudah Ramadhan.
Mendapatkan ampunan bagaikan anak baru lahir:
·         Selesai Ramadhan
·         Haji yang mabrur

·         Semua bentuk kemanusiaannya dijadikan sebagai pahala, yaitu orang yang taubat nashuha

“kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (Q.S. Al-Furqan, 25: 70-71)

Dalam ayat:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Q.S. Al-Baqarah, 2: 187)

Puasa disebut sebagai sesuatu yang pernah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita. Pemerintah Saudi saat bulan Ramadhan, mensubsidi masyarakatnya dalam belanja sebanyak 30%.

Hasanul Bolqiah mensubsidi harga sembako 20% saat Ramadhan.

Kalau di negara kita harga-harga serba naik. Mulai 1969, setiap Ramadhan terjadi inflasi. Padahal bulan Ramadhan itu adalah menahan makan. Kalau biasa belanja Rp 1.500.000 maka harusnya Rp 1.150.000. Tapi yang terjadi adalah peningkatan uang belanja.

Puasa itu adalah menahan lapar dan haus. Pengertian ini adalah ucapan orang miskin. Kita sama-sama lapar. Mudah-mudahan kalian yang jarang lapar ini, akan memiliki solidaritas sosial kepada yang miskin. Hal ini dibuktikan oleh Allah. 1 Syawal kepedulian sosial ditunjukkan.

Kepala dinas bayar zakat fitrah 3,5 liter. Tukang buka pintu kantor juga bayar zakat fitrah 3,5 liter. Antara pemborong dengan tukang becak sama zakat fitrahnya. Ini hanya merupakan peletakan batu pertama bahwa kita memiliki solidaritas sosial. Aku tidak ingin ada umatku ada yang kelaparan. Ini diatur pada 1 Syawal.
Bedahnya pemborong dengan pemulung adalah pemborong itu fitrahnya setiap hari, dalam bentuk memberi makan fakir miskin. Hal ini dilakukan sepanjang tahun sampai Syawal berikutnya.

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Q.S. Al-Ma’un, 107: 1-3)

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.  (Q.S. Adz-dzariyat, 51: 19)

Kepedulian sosial diharapkan bisa melembutkan hati. Itulah sebabnya orang-orang Non-Muslim banyak yang melakukan hal ini untuk menarik saudara-saudara kita ke dalam agama mereka.

Puasa itu cuma satu tangga untuk mencapai takwa. Ada 42 anak tangga untuk mencapai takwa. Tangga-tangga lain misalnya: menahan marah, memaafkan kesalahan manusia.

Ada 4 golongan yang akan membatalkan takwa:

1.       Golongan yang apatis. Ketika diajak pada kebaikan, dia tidak mau.
2.       Menentang Allah. Jelas-jelas mengerti tapi menentang.
3.       Orang yang menerima informasi yang salah, kemudian dia amalkan. Mengamalkan apa yang tidak diamalkan.
4.       Menerima informasi yang salah (fatal). Seperti orang yang melihat tanda dilarang masuk, tapi dia tidak tahu, kemudian mendapat informasi bahwa dia boleh masuk. Setelah dia masuk, dia dihentikan oleh polisi lalu lintas. Qur’an pernah dijadikan sebagai barang bukti teroris.

Kesalahan penafsiran bisa dilihat dalam ayat berikut:

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (Q.S. At-Taubah, 9: 5)

Bila tidak ada penjelasannya, maka ayat diatas bisa disalahgunakan. Padahal penjelasannya bisa dilihat dalam ayat berikut:

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 191)

Ini adalah gambaran dari kesalahan menerima informasi.

Bila kepekaan sosial diterapkan, maka kita akan mendapatkan kesejahteraan. Bila dibangun persaudaraan, maka kita akan memilih saudara kita sendiri.

Permainan itu menjadi haram bila membuat kita lupa pada shalat:

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik (Q.S. Al-Hasyr: 59: 19)

Ada 19 hadits yang menggambarkan Rasulullah tidak ingin umatnya lapar. Bebaskan orang-orang miskin dari rasa lapar.

2116 ayat perbaikan terjemahan Qur’an sudah diusulkan ke Surya Darma Ali. Jawaban beliau, silahkan diterbitkan, biar masyarakat yang menilai. MUI berterima kasih atas usul ini. Untuk mencetak itu urusan menteri agama. Terjemah perbaikan itu sudah diterbitkan.