Minggu, 19 Mei 2019

Mukhoyyam Al-Qur'an Guru dan Karyawan Yayasan Islam Al-Amin Kapuas

Bapak Agus Setiawan sedang mengulang hapalan Qur'an
Mulai tanggal 11 - 14 Mei 2019 bertempat di Masjid Al-Amin, Jalan Pemuda km. 1,5 Gg II, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah dilaksanakan kegiatan Mukhoyyam Qur'an bagi Guru dan Karyawan Yayasan Islam Al-Amin Kapuas.

Musyrif kegiatan ini adalah para ketua yayasan sendiri (Bapak Agus Setiawan) beserta para guru Qur'an di yayasan. Kegiatan mukhoyyam Qur'an ini dibagi menjadi dua tempat yaitu di Pondok Pesantren yang sudah dilaksanakan pada awal Ramadhan lalu dan di komplek Islamic Center ini.

Kegiatan ini hanya berlangsung setengah hari saja setiap hari. Para peserta diwajibkan untuk menghapalkan surat-surat pendek yang belum mereka hapal, serta menyelesaikan target bacaan Qur'an.

Sabtu, 18 Mei 2019

Usul penggunaan @what3words untuk kondisi gawat darurat di Kapuas


Dalam kondisi gawat darurat, kadang-kadang kita susah menjelaskan dimana kita berada. Dengan @what3words anda dapat memberi 3 kata singkat untuk mendeskripsikan 3x3m dimana anda berada. Pasang aplikasinya sekarang dan pelajari bagaimana menemukan alamat 3 kata anda:


Tulisan diatas adalah promosi dari @what3words untuk mensosialisasikan keberadaan aplikasi ini untuk memberitahukan kepada petugas gawat darurat untuk menjangkau mereka. Aplikasi ini bisa digunakan oleh Public Safety Center (PSC) 119 Kapuas untuk memberi pelayanan kepada masyarakat.

Jumat, 17 Mei 2019

Tantangan modernitas bagi keluarga muslim - Yasir Qadhi


Perang Thal'ash 751 CE, pada masa kekhalifahan Abbasiyah, kaum Muslimin berperang dengan yang sekarang dikenal sebagai Bangsa Cina. Kertas diciptakan oleh Bangsa Cina, tapi mereka tidak mengerti signifikansinya. Hal ini hanya ada dikalangan elit saja. Masyarakat Cina tetap menggunakan papirus. Papirus harus digulung, hanya bertahan beberapa puluh tahun. Cina merahasiakan pembuatan kertas ini.

Dalam Perang Thal'ash, kaum Muslimin berhasil menangkap dua orang yang mengetahui rahasia pembuatan kertas ini. Kedua orang ini diperlakukan seperti bangsawan, dibawa ke Baghdad. Khalifah berkata bahwa mereka bebas untuk kembali ke Cina setelah mengajarkan kaum Muslimin bagaimana membuat kertas.

Orang Cina mengajarkan kaum Muslimin bagaimana cara membuat kertas. Pabrik kertas pertama di dunia Islam ada di Samarkand. Kaum Muslimin bereksperimen dan membuat kertas dengan kualitas yang lebih baik. Setelah itu Baghdad, Andalusia, dan seluruh dunia Islam memproduksi berbagai jenis kertas. Ada kertas Sulaiman, ada kertas Daud, dan ada kertas Samarkand. Pemerintahan Islam mengadop kertas sebagai media komunikasi resmi.

Kertas menyebar dari Andalusia, Aljazair, Maroko, Mesir, Damaskus, Syiria, Palestina, Irak, sampai ke Uzbekistan, Tajikistan. Kertas menjadi norma. Dengan kertas datang buku, perpustakaan, sekolah, universitas. Perpustakaan pertama dan terbesar adalah perpustakaan Islam. Muslim yang pertama kali punya universitas (The Rise of Colleges: George Makdisi).

Bangsa Eropa kenal dengan kertas ketika mereka menyerang Palestina pada Perang Salib I dan II. Ketika mereka menaklukkan Andalusia, mereka menemukan pabrik pembuat kertas. Mereka mengusir seluruh Muslim Andalusia kecuali beberapa orang yang mengajarkan kepada mereka apa yang mereka tidak tahu, salah satunya adalah bagaimana membuat kertas. Mereka yang tidak diusir adalah mereka yang memiliki pabrik kertas. Dari Andalusia, Eropa mendapatkan seni bagaimana membuat kertas. Mereka membuat pabrik kertas di Italia. Orang Eropa mulai membuat kertas yang lebih baik dari orang Muslim.

Selama 200 tahun, kertas dijual ke Eropa. Pada sekitar tahun 1500-an, Eropa mulai mengekspor kertas. Manuskrip yang kita masih temukan pada saat ini, sebenarnya ditulis diatas kertas Eropa.

Ketika kertas menyebar di Eropa, pengetahuan juga menyebar. Terjadi reformasi, renaissance. Eropa mengalami surplus kertas. Tahun 1450-an, Johannes Guttenberg menemukan mesin cetak. Mesin cetak adalah salah satu produk terpenting dalam sejarah manusia. Dengan mesin cetak, anda bisa memproduksi buku dalam jumlah besar. Mereka tidak perlu lagi menulis buku dengan tangan.

Ketika mesin cetak dikenalkan ke dunia Islam, mereka melarangnya. Mereka melarang impor ke dunia Islam. Mereka menyebut ini adalah penemuan orang kafir, tidak mungkin bagus. Setiap buku cetakan dilarang. Bahkan pada tahun 1455, Sultan Usmani, Bayazid II mengatakan: Siapa saja yang ditemukan padanya buku, akan dipenjarakan. Kondisi makin buruk pada tahun 1515, Sultan Salim I mengatakan: Siapa saja yang ditemukan padanya buku berbahasa Arab yang sudah dicetak dari mesin cetak akan dihukum mati.

Banyak alasan mengapa mereka bersikap demikian. Tapi alasan sederhananya adalah mereka tidak menginginkan perubahan. Mereka ingin melawan modernitas. Mereka merasa bangga dengan apa yang dimiliki, mereka tidak peduli dengan mencetak kertas. Ada kekhawatiran ketika semua orang bisa membaca. Mereka bisa menjadi Syaikh Google dan Wikipedia.

Pada waktu yang sama, buku menyebar di dataran Eropa. Reformasi Martin Luther memanfaatkan mesin cetak untuk mencetak Injil dalam bahasa Jerman. Sebab sebelum ini, gereja melarang membaca Injil. Renaissance menantang kitab suci yang mengatakan bahwa bumi ini datar. Akibatnya negara agama runtuh karena pendidikan sangat kuat melawan agama. Eropa dipaksa untuk berubah dan gereja dipaksa untuk membatasi aktivitasnya. Mereka menjadi Protestan dan Katolik.

Dari tahun 1500-an sampai awal 1800-an mesin cetak dan buku dicetak diseluruh dunia kecuali di negara-negara Islam. Hawai dan Tahiti pada tahun 1830-an memiliki buku yang dicetak dalam bahasa mereka. Sedangkan kaum Muslimin di Mesir tidak. Orang yang pertama kali membawa mesin cetak ke Mesir adalah Napoleon Bonaparte ketika dia menaklukkan Mesir.

Mesin cetak baru beredar di dunia Islam pada tahun 1840 dan seterusnya. Itulah sebabnya kita tidak akan menemukan dalam perpustakaan Islam, buku yang dicetak pada tahun 1500 - 1600 - 1700 CE.

Perubahan akan terus berlangsung. Modernitas akan senantiasa menjadi modernitas. Modernitas sekarang akan menjadi antik untuk masa depan.

White water rafting di Kanada. Pemandunya berkata: kesalahan terbesar bila anda jatuh dari rakit adalah kalau anda berusaha berdiri di dalam air. Kalau anda melawan arus (ribuan galon air), anda akan tenggelam. Anda harus mengikuti arus. Anda biarkan arus membawa anda, tapi anda berusaha untuk membawa diri anda ke pantai / tepian.

Kita mengikuti modernitas dengan tidak meninggalkan identitas keislaman kita. Kita tidak membenarkan LGBT. Kita tidak bisa membedakan mana yang masalah budaya dan mana yang masalah agama. Kita harus berkompromi pada bidang-bidang yang dibolehkan oleh agama untuk berkompromi.

Ketegangan yang paling sering muncul adalah masalah karir - Dokter dan Sarjana Teknik. Kita membutuhkan orang Muslim dalam setiap bidang kehidupan.

Masalah berikutnya adalah tentang pernikahan. MSA = Matrimonial Service Association.

Jadikan anak sebagai teman. Biarkan anak mengadukan kesalahan mereka. Kesalahan terbesar kita sebagai orang tua adalah bagaimana anak menjadi perwujudan dari cita-cita kita. Anda tidak bisa mewujudkan mimpi anda melalui anak anda. Anak anda harus menemukan mimpinya sendiri.

Tidak ada sekolah yang mengajarkan anda bagaimana menjadi ayah dan ibu. Kehidupan akan mengajarkan anda. Kamu mau jadi apapun, silakan. Aku akan tetap bangga kepadamu, apapun yang kamu lakukan.

Jangan remehkan do'a bila terkait dengan anak anda. Baca do'a:

  • Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a'yun waj'alna lil muttaqiina imaama
  • Rabbij'alni muqimasshalati wamin dzurriyati

Kamis, 16 Mei 2019

Pelajaran dari Keracunan Makanan di Desa Lamunti Permai


Pada hari Kamis, 16 Mei 2019 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dilaksanakan Rapat Koordinasi Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan kabupaten Kapuas Tahun 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota dari tim tersebut.

Presentasi pertama disampaikan oleh Bapak Hari, epidemiolog dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Beliau menyampaikan mengenai hasil penyelidikan epidemiologi keracunan makanan di Desa Lamunti Permai, Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas pada tanggal 30 April 2019 yang lalu. Hasil penyelidikan epidemiologi tersebut menyimpulkan ada beberapa kuman yang diduga sebagai penyebab keracunan makanan tersebut, namun tidak berhasil dibuktikan oleh hasil pemeriksaan sampel.

Presentasi berikutnya disampaikan oleh Ibu Mayae Hugo yang menyampaikan masalah perlunya masing-masing bidang mengetahui tugasnya dan melaksanakan tugasnya.

Setelah itu, Bapak Raison, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas memimpin rapat dengan memberikan pengantar mengenai peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas dan keterkaitannya dengan dinas kesehatan. Beliau menyarankan agar TGC diberikan pelatihan tentang penanggulangan bencana.

Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Agus Waluyo, menyampaikan bahwa rumah sakit tidak akan membebani pasien KLB dengan biaya. Beliau menyarankan agar ada dokter yang melakukan triase sehingga tidak semua pasien dirujuk ke rumah sakit.

Plt. Kepala Bidang Keperawatan rumah sakit, Ibu Hikmayanti menyarankan agar ada Pedoman, Standar Operasional Prosedur untuk tim gerak cepat. Setelah dibuat, pedoman dan SOP tersebut disosialisasikan ke seluruh puskesmas, sehingga mereka siap.

Pak Samsul, kepala seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa mereka akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Bapak Zayad, kepala seksi Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa seluruh sanitarian puskesmas sudah dilatih untuk menjadi inspektur pangan, sehingga mereka sudah bisa melakukan pengumpulan sampel dengan baik.

Pak Samino, staf seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa tugas utama dinas kesehatan dalam KLB adalah penanganan korban.

Bapak Raison menjelaskan bahwa kalau terjadi KLB, maka seluruh dana pengobatan korban ditanggung oleh pemerintah daerah. Seluruh puskesmas sudah punya protap. Pemeliharaan puskesmas menjadi tanggung jawab mereka. Beliau mengusulkan agar kita juga membuat rencana kontingensi terhadap keracunan makanan ini. Kemudian melakukan simulasi terhadap rencana tersebut. 

Pesantren Ramadhan Remaja Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Tahun 2019



Pada hari Kamis, 16 Mei 2019 bertempat di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah dilaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung sampai tanggal 21 Mei 2019. Peserta pesantren ini adalah siswa-siswi SLTP dan SLTA se-Kuala Kapuas. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Kapuas, Bapak Drs. HM Nafiah Ibnor, MM.