Webinar Tarhib Ramadhan 1447 H - Ramadhan Recharge Iman, Cinta, Peduli dan Kolaborasi

Gambar
  Bismillah, kami mengundang Kyai/Nyai/Asatidzah/Bapak/Ibu untuk mengikuti: WEBINAR TARHIB RAMADHAN 1447 H “Ramadhan Recharge: Iman, Cinta, Peduli, dan Kolaborasi” 🎙 Bersama: 1. Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA (Ketua Umum PP IKADI) 2. Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA (Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) 3. Dr. KH. Atabik Luthfi, MA (Pakar Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) 4. Hj. R.A. Reni Anggrayni, ST (Ketua Umum SALIMAH) 🗓 Sabtu, 7 Februari 2026 / 20 Sya’ban 1447 H 🕗 Pukul 08.00–11.30 WIB Link zoom:  https://us06web.zoom.us/j/87143988543?pwd=Y4wzGkaTkxqNhTc9a7Q0jsKb2jpa7H.1 ID Rapat: 8743988543 Kode Sandi : 1234567qa 📍 Live di YouTube  https://l1nq.com/YtRecharge1447  Mari siapkan diri menyambut Ramadhan dengan ilmu & semangat ukhuwah Islamiyah wathaniyah, sebagai bekal untuk menguatkan iman serta menghidupkan cinta, kepedulian, dan kolaborasi dalam keluarga dan masyarakat Indonesia. . جزاكم الله خيرا على اهتمامكم  والسلام عليكم ورحمة ...

Allah Akan Terus Memilih dan Mengajarkanmu: Refleksi Kisah Nabi Yusuf AS

Ceramah inspiratif Ustadz Nouman Ali Khan mengangkat kisah Nabi Yusuf AS sebagai pelajaran hidup yang relevan dan membumi. Dalam ceramah tersebut, beliau mengajak kita memahami bahwa setiap ujian hidup adalah sarana untuk tumbuh, bukan untuk terpuruk dalam identitas sebagai korban.

Kisah Dimulai dari Mimpi

Ketika Yusuf kecil menceritakan mimpinya kepada sang ayah, Nabi Ya’qub AS, sang ayah tidak hanya memahami makna mimpi itu sebagai tanda kenabian, tetapi juga memberikan nasihat penting: "Jangan ceritakan kepada saudara-saudaramu." Mengapa? Karena ayahnya tahu, Yusuf akan menghadapi ujian besar, termasuk kecemburuan dan niat jahat dari saudara-saudaranya.

Ujian yang Terus Datang

Yusuf AS menghadapi serangkaian peristiwa traumatis: dikhianati, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, difitnah, dan dipenjara. Namun yang luar biasa, Yusuf tidak pernah menyebut dirinya sebagai korban. Ia justru melihat semua itu sebagai proses pembelajaran. Inilah makna dari pesan sang ayah: “Allah akan terus memilih dan mengajarkanmu.”

Korban Tapi Tidak Menjadi Korban

Ustadz Nouman menyampaikan, dalam dunia modern sering kali status korban menjadi “mata uang sosial” untuk mendapat simpati dan pengikut. Namun Yusuf menunjukkan bahwa menjadi korban bukan alasan untuk tidak tumbuh. Ia mengajarkan bahwa setiap luka adalah pelatihan menuju posisi yang lebih tinggi di mata Allah.

Pelajaran untuk Keluarga

Salah satu pelajaran penting adalah keberanian Nabi Ya’qub untuk menyampaikan kenyataan pahit kepada anaknya. Terkadang, orang tua harus memberi peringatan kepada anak tentang lingkungan yang tidak aman — bahkan jika itu ada dalam lingkup keluarga sendiri. Ini adalah bentuk perlindungan, bukan ketakutan.

Orang Bertumbuh vs Orang Pencari Pangkat

Ustadz Nouman juga membedakan antara “orang yang fokus pada pertumbuhan” dan “orang yang hanya mengejar pangkat”. Orang yang fokus pada pertumbuhan tidak peduli dengan pengakuan orang lain. Mereka hanya ingin terus belajar, memperbaiki diri, dan mendekat kepada Allah.

Penutup

Ceramah ini mengajak kita untuk mengevaluasi cara berpikir kita dalam menghadapi kesulitan. Apakah kita akan tenggelam dalam luka, atau menjadikannya batu loncatan menuju kedewasaan iman dan karakter?

Yusuf AS mengajarkan bahwa jalan hidup seorang terpilih adalah jalan penuh tantangan. Dan dalam setiap tantangan, Allah sedang mengajar — dan terus memilih — mereka yang sabar dan tumbuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas