Rabu, 31 Januari 2018

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kata benda dengan awalan

Jalah toh bujur. - Huma te korik. - Lewu toh hai tuntang bahalap. - Ie oloh korik. (tingkat rendah). - Danum jetoh papa. - Oloh te bujur. - Kabon korik te bahalap. - Huma toh dia hai. - Andau toh andau hai.

Kalimat sederhana yang dibentuk dari kata sehari-hari

Ingat:
  1. Kalimat biasanya dimulai dengan subyek, diikuti dengan predikat dan obyek. Diawal kalimat anda juga meletakkan kata yang harus ditekankan.
  2. Kemurnia suku juga penting.
  3. Tensesnya dibentuk oleh "aton", nya; "jari", sudah; "kareh," masa depan, akan, dan "akan," akan, harus, semuanya mendahului kata kerja. Seringkali tense hanya hasil dari konteks.
omba, pergi bersama-sama
awi, lakukan, lakukanlah
dumah, datang
buli, kembali ke
nahuang, handak, maku, ingin
imbit, itu akan dibawa
gau, mencari
harati, memahami

Aku omba keton. Aku ikut denganmu.
Omba aku, pergi dengan saya
Awi te ! Lakukan itu
Imbit danum ! Bawa air
Buli keton ! Kembali

Handak keton ombak aku? Apakah kamu mau ikut denganku? - Ie domah bara Barito. Dia datang dari Barito. - Aku dia harati. Aku tidak mengerti. - Ewen dia maku. Dia tidak mau. - Ie are andau. Dia punya banyak waktu. - Ikau omba, ewen toh buli lewu. Kamu ikut mereka, mereka pulang kampung. - Kanan te! Buang saja! Gaoe pisang! Cari pisang!

Kata-kata yang sering digunakan.

huang, dalam, di dalam (dalam ruangan)
hong, dalam, pada (sebuah botol)
intu, dalam, pada, di
akan, untuk, sesudah (arah)
kea, juga (selalu disesuaikan)
ela !, tidak ! (larangan)
toto, benar, sungguh, sangat
paham, sangat
lalau, terlalu banyak
sinta, cinta
hanjak, berbahagialah
mangat, menyenangkan, enak
brasih, murni, suci
murah, mudah (untuk melakukan), murah
mahian, ringan (berat)
bahali, sulit
babehat, berat
rarang, mahal
iyoh, ya
keleh, baiklah, lebih baik
ombet, cukup
sampai, datang
hindai, belum, masih
hetoh, di sini
hete, di sana
kanih, di sana
jewu, besok
alem, malam
kilen? bagaimana?
kueh? dimana?
parea? prea? pea, kapan
amon, ketika
kuman, makan
indah, itu akan diimbangi
mikeh, takut
bakas, tua, tertua
tabela, muda
haban, sakit
surat, naskah, surat, buku
auch, suara, kata
arut, perahu dayung
kapal, kapal
sungei, sungai kecil
pasar, bazar, pasar
pati, peti kayu
parei, tanaman padi, padi dengan polong
behas, beras pecah
bari, nasi matang
joho, kaldu
tarimakasih, terima kasih
salamat, penyelamatan, kebahagiaan
Hatalla, Tuhan

Ingat:
Berada dibelakang subyek, "kea" tampak lemah dan harus diterjemahkan sebagai "cantik;" "toto" = "sangat" biasanya dibelakang kata sifat. Berdiri sendiri atau di depan kata kerja, "hindai" tidak berarti "namun" tapi itu mengganti "masih", "belum".

Sumber:
Epple, K.D (1933). Kurze Einf├╝hrung in die Ngadjoe-Dajaksprache. Bandjermasin, Z. O. Borneo: Zendingsdrukkerij

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!