Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dayak Ngaju

Navigating Integrity Zone Development: A Hospital's Journey

Gambar
 This storyboard chronicles the efforts of a medical services head tasked with understanding and implementing an integrity zone at RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Hospital. Over one evening, they delve into the self-assessment form required for the integrity zone's development, consulting ChatGPT for clarification on complex issues and drafting essential documents. By morning, they are ready to lead a staff assembly, outlining the steps necessary to foster a culture of integrity within the hospital. On April 17, 2024, the director of RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo assigned the head of medical services to attend a socialization meeting for the integrity zone development. Searching for foundational documents for the integrity zone at night, finding the self-assessment form. Exploring the self-assessment questions, using ChatGPT to understand the complicated parts. Asking ChatGPT for advice on: Team Decree (SK Tim Kerja), Work Plan (Rencana Kerja), Change Agents (Agen Perubahan),

Mengenal Lebih Dekat Kamus Dwibahasa Dayak Ngaju - Indonesia dan Versi Digitalnya

Gambar
  Pendahuluan Pernahkah Anda penasaran untuk memahami lebih dalam tentang Bahasa Dayak Ngaju? Atau mungkin Anda adalah penutur asli yang ingin memperdalam pengetahuan bahasa Anda? Kabar baiknya, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis "Kamus Dwibahasa Dayak Ngaju - Indonesia". Kamus ini tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak, tetapi juga dalam versi web dan PDF yang bisa diunduh. Siapa di Balik Kamus Ini? Kamus ini adalah buah pikir dari tim yang dipimpin oleh Drs. Sumadi, M.Hum. Tim ini juga diperkuat oleh beberapa nama terkemuka lainnya seperti Anthony Suryanyahu, Vujiadi, Iwan Fauzi, dan Ralph Hery Budhiono. Pentingnya Kamus Ini Kamus ini lebih dari sekadar kamus. Ini adalah upaya nyata dari pemerintah daerah untuk melestarikan Bahasa Dayak Ngaju. Bahkan, kamus ini juga dirancang untuk mendukung Bahasa Dayak Ngaju sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah dasar. Isi Kamus Kamus ini menyajikan lem

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (6)

Catatan: Bentuk sopan "Anda" dibentuk dengan menyebutkan gelar atau nama orang yang diajak bicara. Misalnya: Bara kueh guru? Tuan handak akan kueh? Parea Hendrik sampai? Are tabe bara ikei akan Damang (dalam surat) Keleh Kiai omba akan huma! Keleh bapa Dohong dumah kea alem kareh, iyoh? - ngawa , ke arah hilir - ngaju , ke arah hulu - buah , terkena, benar - sala , salah, meleset - beken , lain - has ! ayo! ayo! Maju! - koan , katakan - mbuhen ? Mengapa? - lepah , semua habis - hapus , seluruhnya, selesai - baya , hanya, saja (diletakkan di depan) - bewei , ih , hanya (diletakkan di belakang) - katawan , tahu - kasene , kenal - tau , bisa - tau dengan , suka, sayang - maja , kunjungi - kalapean , lupa - susah , tidak nyaman, merepotkan - dia usah , tidak perlu - dia men , tidak apa-apa - palus , segera, langsung - kalotoh , kakai , seperti ini (yang akan datang) - kalote , kai , seperti itu (yang telah lewat) - Buah toto auch ewen.  - Hong ngawa are lewo hai.  - Andau jaton

Kamus Basa' Dayak Ngaju' - Indonesia karya Gothiel Gustaf Pahan

Gambar
Pada hari Jum'at, 10 Mei 2019 admin mendapat tawaran dari teman apakah mau membeli Kamus Dayak Ngaju - Indonesia. Admin langsung mengiyakan karena penulisnya berbeda dengan penulis kamus yang admin ketahui selama ini. Pada hari Senin, 13 Mei 2019, teman admin membawa buku dengan sampul seperti tampak dalam foto diatas. Buku ini ditulis oleh orang asli Kapuas. Buku ini tebalnya 654 halaman. Buku ini mengandung kosa kata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari berikut dengan contoh-contoh penggunaan kata tersebut dalam kalimat. Buku ini diterbitkan oleh Pengurus PWRI Kabupaten Kapuas. Buku ini merupakan cetakan kedua. Dalam cetakan kedua ini ada penambahan kata-kata baru.

Pengantar Singkat Bahasa Dayak Ngaju (5)

Latihan. Tana toh bahalap toto - Ladang ini sangat bagus .  Ela ikau omba akan tana! -  Kamu jangan ikut ke ladang Kilen, ie haban? - Bagaimana, dia sakit? Iyoh, tuan. - Ya, tuan. Aton surat bara guru. are tarimakasih! - Ada surat dari guru, terima kasih banyak! Salamat jalan! - Selamat jalan! Keleh keton omba akan huma! - Lebih baik kalian ikut ke rumah Ewen hindai jari kuman. - Mereka belum selesai makan Kuman hindai! Are bari joho. - Makan lagi! Banyak nasi kaldu Kareh ie dumah kea. - Nanti dia datang juga Koe tuan buli huma. - Kita berdua pulang ke rumah Jewu itah sampai Mandomai. - Besok kita sampai Mandomai Ewen toh dumah bara tanah Balanda. (Holland.) - Mereka datang dari tanah Belanda Ikei hindai harati auch keton. - Kami belum mengerti ucapan kalian Sungei toh are lauk. - Sungai ini banyak ikan Aton are behas hindai. - Masih ada banyak beras Amak toh hindai brasih. - Tikar ini belum bersih Toto ie jaton? Toto. - Benarkah ia belum? Benar Hindai ewen sampa

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kata benda dengan awalan Jalah toh bujur. - Huma te korik. - Lewu toh hai tuntang bahalap. - Ie oloh korik. (tingkat rendah). - Danum jetoh papa. - Oloh te bujur. - Kabon korik te bahalap. - Huma toh dia hai. - Andau toh andau hai. Kalimat sederhana yang dibentuk dari kata sehari-hari Ingat: Kalimat biasanya dimulai dengan subyek , diikuti dengan predikat dan obyek . Diawal kalimat anda juga meletakkan kata yang harus ditekankan. Kemurnia suku juga penting. Tensesnya dibentuk oleh "aton", nya; "jari", sudah; "kareh," masa depan, akan, dan "akan," akan, harus, semuanya mendahului kata kerja. Seringkali tense hanya hasil dari konteks. omba, pergi bersama-sama awi , lakukan, lakukanlah dumah , datang buli , kembali ke nahuang, handak, maku, ingin imbit , itu akan dibawa gau , mencari harati , memahami Aku omba keton. Aku ikut denganmu. Omba aku , pergi dengan saya Awi te ! Lakukan itu Imbit danum ! Bawa air Bu

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (3)

Kata ganti penanya narai? en?  - apa? seperti apa? "Narai?" menanyakan lebih lanjut tentang nama, penamaan sesuatu.  Dinges, "en?" setelah itu, maknanya, alasannya.  eweh? siapa? hanya menanyakan tentang seseorang. Kata-kata dan contohnya. guru, guru tuan , tuan tabe , selamat bara, dari, sudah pisang , pisang dia , tidak jaton (dia aton) , tidak berada disana; tidak tuntang , dan; dengan Narai jetoh? Ada apa ini? Narai te? Apa itu?  Kabon . Kebun.  Kabon en?  Kebun apa?  Kabon pisang . Kebun pisang. Aton guru?  Apakah guru disana? Aton. Dia ada disana. Aton lauk? Apakah ada ikan? Jaton . Tidak ada .  Aton danum?  Apakah ada air? Aton oloh?  Apakah ada orang? Apakah ada orang dirumah? Eweh aton? Siapa disana? Eweh ikau? Siapa kamu? Eweh ie toh? Siapa ini? Ie bara Banjar. Dia dari Banjarmasin. Are tabe bara tuan N. N. Banyak salam dari Mr. N. N. Tabe keton! Bersyukurlah Ingat: Jika kata "eweh" berada setelah kata "oloh&q

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (2)

Kata Ganti Kata ganti orang aku , saya ikau , kamu ie , dia itah , kami ikei , kami keton , mereka ewen , mereka Rangkap: koe , kamu (atau: dia) dan saya, kami berdua; ndue (dari keton due) anda (atau: kamu) berdua Kata ganti tunjuk toh , ini dan jetoh , disini. Keduanya menunjuk pada sesuatu, yang sangat dekat dengan pembicara. te , itu, di sana dan jete , itu, hal ini menunjukkan ada sesuatu yang lebih jauh dalam ruang dan waktu. Pada awal kalimat toh berarti "sekarang" atau "di sini"; Dalam kasus ini sama dengan "ada" atau "lalu"; te dalam kasus ini sama dengan "ada" atau "lalu" Contoh: Ie aton . Dia ada disana Aku toh . Ini aku Toh aku . Aku disini Te ie . Disana dia Ie toh . Ini Ewen te . Itu Andau toh . Hari ini Andau te . Hari itu atau pada hari itu Jetoh ie . Ini dia Toh aton piring . Ini piring Te huma korik te . Ada rumah kecil Ingat : Setiap kata yang tidak perlu dihilangkan, bi

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (1)

Basa Ngaju, bahasa sebagian besar suku Dayak di wilayah Borneo yang dikuasai oleh Belanda. Hampir semua kata dasar memiliki dua suku kata. Aturannya, suku kata kedua lebih ditekankan. Kata dasar sebagai kata benda Beberapa kata, terutama nama, dengan sendirinya adalah kata benda. Tidak ada bentuk tunggal atau jamak, deklinasi atau genus. Misalnya oloh (orang), lauk (ikan); amak (Matten); piring . Akar beberapa kata kerja dapat juga berasal dari kata benda, misalnya: tangis , imbing (menahan); kanan (untuk dibuang) Kata benda dengan atribut huma korik , rumah kecil lewu hai , desa besar kabon bahalap , kebun yang indah danum papa , air yang kurang baik jalan bujur , jalan yang lurus due piring , dua piring isut andau , beberapa hari are oloh , banyak orang Namun: oloh are , orang banyak. tana , sawah lewu , desa, kota huma , rumah jalan , rute andau , hari, cuaca, waktu kabon , kebun danum , air aton , berada disana korik , kecil hai, besar, tebal ba

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan