Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (3)

Kata ganti penanya

narai? en? - apa? seperti apa?
"Narai?" menanyakan lebih lanjut tentang nama, penamaan sesuatu. 
Dinges, "en?" setelah itu, maknanya, alasannya. 
eweh? siapa? hanya menanyakan tentang seseorang.

Kata-kata dan contohnya.

guru, guru
tuan, tuan
tabe, selamat
bara, dari, sudah
pisang, pisang
dia, tidak
jaton (dia aton), tidak berada disana; tidak
tuntang, dan; dengan

Narai jetoh? Ada apa ini?
Narai te? Apa itu? Kabon. Kebun. Kabon en? Kebun apa? Kabon pisang. Kebun pisang.
Aton guru? Apakah guru disana? Aton. Dia ada disana.
Aton lauk? Apakah ada ikan? Jaton. Tidak ada
Aton danum? Apakah ada air?
Aton oloh? Apakah ada orang? Apakah ada orang dirumah?
Eweh aton? Siapa disana?
Eweh ikau? Siapa kamu?
Eweh ie toh? Siapa ini?
Ie bara Banjar. Dia dari Banjarmasin.
Are tabe bara tuan N. N. Banyak salam dari Mr. N. N.
Tabe keton! Bersyukurlah

Ingat: Jika kata "eweh" berada setelah kata "oloh" maka pertanyaan tersebut menanyakan masalah keanggotaan suku. Oloh eweh ie toh? Oloh Ngaju. Orang mana dia ini? Orang Ngaju.

Sumber:
Epple, K.D (1933). Kurze Einführung in die Ngadjoe-Dajaksprache. Bandjermasin, Z. O. Borneo: Zendingsdrukkerij

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)