Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

PDM Kapuas Gelar Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal

 

Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas melaksanakan kegiatan pengobatan gratis dan sunatan massal sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 76 peserta mengikuti layanan pengobatan gratis, sementara 10 anak mengikuti program sunatan massal. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, serta tindakan sunatan yang dilakukan sesuai standar medis.


Kegiatan ini didukung oleh petugas kesehatan dari berbagai disiplin ilmu, antara lain dokter, apoteker, dan perawat, yang memberikan pelayanan secara profesional dan humanis. Sinergi lintas unsur ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan pelayanan berjalan aman dan berkualitas.

Selain MPKU PDM Kapuas sebagai penyelenggara, kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur persyarikatan Muhammadiyah, yaitu LazismuMuhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang turut berperan aktif dalam membantu pelaksanaan kegiatan, mulai dari pendataan peserta, pendampingan anak sunat, hingga pengaturan teknis di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Kapuas kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran persyarikatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)