Postingan

Menampilkan postingan dengan label diet sehat

Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Mengupas Tuntas Obesitas: Bukan Sekadar Kurang Disiplin, Tapi Penyakit Medis yang Kompleks

Gambar
  Banyak orang masih percaya bahwa obesitas adalah cerminan dari kemalasan, kurangnya kemauan keras, atau pilihan gaya hidup yang buruk. Namun, anggapan tersebut keliru dan sudah ketinggalan zaman. Sejak tahun 2013, komunitas medis global, melalui American Medical Association, telah secara resmi mengakui obesitas sebagai sebuah penyakit. Ini bukan sekadar masalah berat badan, melainkan sebuah kondisi medis kronis yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, layaknya diabetes atau penyakit jantung. Obesitas Adalah Penyakit Multifaktorial Menurut para ahli, termasuk Dr. Victoria Buhari dari PARI's Wellness and Diabetes Center, obesitas bersifat kronis, progresif, dapat kambuh, namun bisa diobati dan bersifat multifaktorial. Artinya, kondisi ini disebabkan oleh interaksi rumit dari berbagai faktor, di antaranya: Biologis:  Faktor genetika, ketidakseimbangan hormon seperti  ghrelin  (hormon pemicu lapar) dan  leptin  (hormon pemicu kenyang), serta resist...

Diet rendah karbohidrat dan rendah lemak bisa baik untuk jantung—asal pilih bahan makanannya

Gambar
  Belakangan ini, diet rendah karbohidrat (low-carb) dan rendah lemak (low-fat) sering dijadikan “jalan cepat” untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah dua pola diet ini benar-benar menyehatkan jantung? Sebuah studi baru dari peneliti Harvard T.H. Chan School of Public Health memberi jawaban yang cukup jelas: bukan semata-mata berapa banyak karbohidrat atau lemak yang kita kurangi, tetapi kualitas makanan yang kita pilih. Intinya: kualitas lebih penting daripada sekadar “mengurangi” Studi ini menemukan bahwa diet low-carb dan low-fat dapat menurunkan risiko penyakit jantung bila pola makannya: kaya makanan nabati berkualitas tinggi (buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian utuh/whole grains, dan polong-polongan), rendah produk hewani , serta rendah karbohidrat olahan (misalnya roti tawar putih, kue manis, minuman berpemanis, dan makanan tepung yang sangat diproses). Sebaliknya, low-carb atau lo...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)