Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bincang-bincang dengan Bapak Amran Noer (Koordinator Unit Pemadam Kebakaran)

Armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Kapuas
Unit ini terletak di Jl. Kalimantan, Kuala Kapuas, dengan nomor telpon (0513) 113. Unit ini memiliki 6 buah unit pemadam kebakaran (satu buah mobil yang rusak) dan 6 buah mesin.

Idealnya satu buah mobil memiliki personil 6 orang dengan tugas sebagai berikut:

  1. 1 orang di saringan air
  2. 1 orang di mesin
  3. 2 orang di selang
  4. 2 orang menyemprot
Namun saat ini, unit pemadam kebakaran ini hanya memiliki 16 orang personil saja, padahal kalau dijumlahkan maka jumlah tenaga yang dibutuhkan adalah 5 buah mobil yang baik x 6 orang = 30 orang. Bupati Kapuas sudah berjanji untuk memenuhi kekurangan jumlah tersebut. Saat ini di kompleks pemadam kebakaran ini sudah tersedia rumah asrama sebanyak 16 unit. Bila jumlah tenaga akan ditambah, berarti perlu disiapkan rumah tambahan untuk mereka.

Pak Amran menjelaskan bahwa Hydrant yang tersedia di daerah sekitar pasar di Kuala Kapuas, tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan air untuk pemadam kebakaran, syukurnya mereka masih memiliki sumur cadangan di lokasi pemadam kebakaran yang lama (disamping pengadilan negeri). Selama ini air diambil dari mana saja yang ada airnya.

Upaya memadamkan kebakaran saat ini tidak hanya dilakukan oleh unit pemadam kebakaran Pemda Kapuas saja, tapi Pemda sudah memberikan bantuan 6 buah mesin dan Tossa kepada Pemadam Kebakaran Swasta. Sehingga untuk memadamkan kebakaran di daerah-daerah yang sulit dicapai oleh mobil pemadam kebakaran, maka peran mereka digantikan oleh Tossa yang lebih lincah. 

Pak Amran menghimbau masyarakat Kabupaten Kapuas agar memberikan jalan kepada unit pemadam kebakaran untuk mencapai lokasi kebakaran, mengingat selama ini masyarakat cenderung hanya menonton saja, dan selama ini hal itu sudah menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk mencapai lokasi kebakaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"