Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Desa Teluk Palinget - Salah satu produsen kayu galam

Pemuatan kayu galam ke dalam truk pengangkut
Sejak dulu, Desa Teluk Palinget merupakan produsen kayu galam. Setiap hari kita bisa menyaksikan banyak klotok yang hilir mudik untuk mengantarkan kayu galam ini ke jalan raya dari hutan yang terletak di bagian dalam handil ini ke arah darat. Kebutuhan terhadap kayu galam ini memang tidak ada habisnya mengingat untuk pelebaran jalan di Kalimantan Tengah ini sangat membutuhkan kayu galam. Jadi sepanjang pekerjaan pembuatan jalan di Kabupaten Kapuas ini masih berjalan, maka kebutuhan terhadap kayu galam akan tetap tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"