Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Antara Singapura dan Kapuas (2)

Kisah pertama dapat dilihat pada Antara Singapura dan Kapuas.

Pada bulan Januari 2011 yang lalu admin menerima pesan di YouTube yang mengabarkan bahwa "cahaya kebenaran" tidak dapat berkunjung ke Kapuas sebagaimana direncanakan semula, mengingat kesehatannya yang kurang memungkinkan. Beliau minta tolong agar pesan beliau ini disampaikan kepada keluarganya di Desa Bunga Mawar. Baru pada hari ini admin sempat menyampaikan pesan tersebut.

Pertama admin berkunjung kepada anak Aman yang bekerja di Kuala Kapuas. Sewaktu admin menyampaikan pesan dari "cahaya kebenaran", anak Pak Aman menceritakan bahwa keluarga mereka sudah ada kontak dengan saudara yang ada di Singapura tersebut. Saya bersyukur, kemudian saya tunjukkan kepadanya pesan-pesan yang pernah disampaikan oleh "cahaya kebenaran" melalui YouTube. Kemudian admin juga meminta agar cucu Pak Aman untuk mencatat alamat email "cahaya kebenaran" sehingga bisa melakukan kontak bila diperlukan.

Sore harinya admin menyempatkan diri mengunjungi Pak Aman di Desa Bunga Mawar. Beliau merasa senang dengan kunjungan admin dan menceritakan bahwa anak beliau yang ada di Palangka Raya sudah  berhasil menjalin kontak dengan "cahaya kebenaran" dan sudah saling bertukar foto. "Cahaya kebenaran" berjanji insya Allah akan berkunjung pada bulan Maret mendatang. Pak Aman juga menceritakan bahwa "cahaya kebenaran" juga sudah berusia lanjut, sehingga kesehatannya agak sering terganggu. Insya Allah bila "cahaya kebenaran" datang ke Kapuas, akan diurus oleh keluarga yang ada di Palangka Raya dan Kuala Kapuas.

Pagi ini (Jum'at, 11 Februari 2011) admin menerima pesan dari "cahaya kebenaran" yang mengatakan bahwa insya Allah ia akan datang ke Palangka Raya pada tanggal 19-21 Februari 2011 dan tidak ke Desa Bunga Mawar karena seluruh keluarga Pak Aman akan berkumpul di Palangka Raya. Beliau berharap bisa berjumpa dengan admin sebagai tanda persahabatan. Selamat berbahagia, setelah sekian lama tidak berjumpa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"