Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW - SMPN 1 Selat


Pada hari Selasa, 15 Februari 2011 bertempat di Masjid Riyadhul Jannah dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh para siswa SMPN 1 Selat. Kegiatan ini dihadiri oleh para siswa, guru dan para orang tuanya. Ceramah Maulid disampaikan oleh Bapak Nabhan, S.Ag, kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Selat. Berikut ini adalah sedikit catatan tentang ceramah tersebut:

Ketika hamil, Aminah sering mimpi yang bagus-bagus. Jadi ketika seorang wanita hamil dharapkan melakukan ibadah, mendengarkan berbagai ceramah/taujih, membaca Qur'an maka hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya.

Ketika tinggal bersama dengan Abu Thalib, beliau ikut mengembala kambing untuk membantu meringankan beban keluarga pamannya.

Salah satu mu'jizat terbesar Rasulullah adalah Qur'an. Didalamnya Allah berfirman bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Ayat yang pertama kali diturunkan Allah menunjukkan pentingnya belajar (yaitu Iqra' atau bacalah). Menuntut ilmu diwajibkan bagi kaum Muslimin. Barangsiapa yang ingin bahagia di dunia hendaknya dengan ilmu. Barangsiapa yang ingin bahagia di akhirat, hendaknya dengan ilmu. Barangsiapa yang ingin bahagia dunia dan akhiratnya, dengan ilmu juga (Hadits). Ilmu merupakan modal dasar dari orang beriman untuk beribadah. Bila ilmu tidak diamalkan seperti pohon kayu yang tidak berbuah. Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku berarti mencintaiku. Barangsiapa yang mencintaiku maka akan bersamaku di surga (Hadits). Dua hal yang apabila kita berpegang kepadanya maka kita tidak akan sesat yaitu Qur'an dan Sunnah (Hadits). Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik (Q.S. Al-Ahzab, 33: 21). Sesungguhnya akhlak Rasulullah adalah Qur'an (Hadits).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"