Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

14 Juni - Hari Donor Darah Sedunia





Berdasarkan informasi dari dr. Erny Indrawati, kepada Unit Transfusi Darah RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, kebutuhan darah untuk tiga bulan terakhir adalah 638 kantong, jadi sekitar 215 kantong per bulan, hampir sekitar 7 kantong per hari. Menjelang Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas sudah menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri Cabang Kapuas dan Polres Kapuas untuk melakukan kegiatan donor darah di instansi mereka masing-masing. Kegiatan seperti ini dapat membantu kebutuhan darah di rumah sakit dan mengurangi kegiatan percaloan darah.

Kegiatan Hari Donor Darah Sedunia ini mempunyai tujuan sebagai berikut:

  • Memberikan kerangka global untuk merayakan dan berterima kasih kepada orang-orang yang mendonorkan darahnya secara sukarela, untuk alasan membantu orang lain dan tanpa imbalan materi.
  • mempromosikan dan mendukung terbentuknya program donor darah nasional yang efektif dan menghilangkan ketergantung pada donor pengganti dan donor yang dibayar.
  • Mempromosikan dan mendukung kegiatan nasional untuk merayakan dan mempromosikan donor darah sukarela dengan jalan:
    • Mendorong donor sukarela untuk mendonorkan darahnya secara rutin
    • Mendorong orang-orang baru untuk mendonorkan darahnya tanpa bayaran
    • Mempromosikan perilaku resiko rendah sehingga darah mereka aman untuk didonorkan
  • Membangun kesadaran masyarakat yang lebih luas untuk mendonorkan darahnya secara teratur sepanjang tahun dalam rangka mempertahankan kebutuhan darah untuk semua pasien yang membutuhkan transfusi.
Sumber: World Health Organization

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"