Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban
Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...
Sepulangya mengikuti kunjungan kerja ke Wilayah Kec.Mantangai di Puskesmas Lamunti. Melihat kejadian serupa namun laka yang terjadi menurut informasi warga adalah tunggal. Melihat kerumunan warga langsung mendekati dan ada korban yang banyak mengalami pendarahan segera kami hubungi ambulance Puskesmas palingkau namun tidak tersambung, menghentikan beberapa mobil pribadi tidak bersedia akhirnya walaupun terlambat diputuskan menunggu Ambulance Rombongan setelah ambulance datang yang kurang lebih menunggu 10 menit segera korban dievakuasi ke RSUD soemarno Kapuas. Menurut Petugas Medis RSUD korban harus durujuk ke RS Banjarmasin "DISAMPING KEWASPADAAN DIJALAN KELENGKAPAN PENGENDARA HARUS DIPERHATIKAN"
BalasHapus