Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Oloh Itah Kea !

Ungkapan bahasa Dayak diatas bila diartikan secara harfiah adalah "Orang Kita Juga". Ungkapan serupa dapat ditemui pada berbagai macam suku, misalnya:

  1. Minang : urang awak juo
  2. Palembang : wong kita galo
  3. Toraja : solata
Perasaan kebersamaan sesama suku ini membuat mereka membuat paguyuban ketika berada jauh dari kampung halamannya. Di Kabupaten Kapuas ini kita bisa menemukan berbagai macam paguyuban, diantaranya:
  1. Sumatera : Andalas
  2. Batak : Bona Pasogit
  3. Jawa : Sasono Karyo
  4. Sunda : Lembur Kuring
  5. Toraja : Ikatan Keluarga Toraja (IKAT)
  6. Banjar : Persatuan Keluarga Banjar (Perkeban)
Diharapkan keberadaan berbagai paguyuban ini betul-betul merupakan implementasi dari Bhinneka Tunggal Ika dan bukan merupakan sumber perpecahan. Tentu masing-masing kita akan mendukung peribahasa "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". 


Komentar

Postingan populer dari blog ini