Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Lagu Mamangun Indonesia oleh Paduan Suara SMAN 1 Kuala Kapuas


Lagu ini dibawakan oleh Paduan Suara SMAN 1 Kuala Kapuas saat pengibaran bendera dalam rangka peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 tanggal 17 Agustus 2011 bertempat di Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas. 


MAMANGUN INDONESIA
Prajurit Pagawai Pangusaha Panggawi pamaian palauk kea
Kabakat Kapintar Kaharati
Simpei penyang hong baris Pancasila
Are Suku Are Basa Bara Sabang ka Merauke
Bulat pakat Hinje simpei Mamangun Indonesia

Komentar

  1. saya sangat suka dengan lagu ini dan sangat menginpirasi saya! terima kasih paduan suara sma n 1 sungai kapuas. semoga tetap jaya!

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"