Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pemeriksaan Kesehatan Haji Tahap II

Pada hari Senin-Selasa, 12-13 September 2011 yang lalu, di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas diselenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi calon jama'ah haji Kabupaten Kapuas. Pemeriksaan yang dilakukan oleh para dokter yang pernah menjadi Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Tenaga Kesehatan Haji Daerah (TKHD) serta dokter-dokter yang pernah mengikuti Pelatihan Kesehatan Haji ini berlangsung dengan lancar. Menurut keterangan dari Bapak Muhammad Hayat, SKM, salah seorang Panitia Pemeriksaan Kesehatan Haji Tahap II, jumlah calon jama'ah haji yang diperiksa pada hari pertama adalah sebanyak 135 orang dan pada hari yang kedua adalah sebanyak 140 orang. Jadi totalnya adalah sebanyak 275 orang.

Menurut informasi yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Antara yang dikutip oleh Tribunkalteng.com jumlah calon jama'ah haji dari Kabupaten Kapuas adalah sebanyak 281 orang. Jadi masih ada beberapa orang calon jama'ah haji yang belum memeriksakan kesehatannya. 

Dalam pemeriksaan kesehatan kali ini, bila ada calon jama'ah yang dinilai bermasalah kesehatannya, mereka langsung dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan laboratorium dan roentgen (sesuai dengan permintaan dokter). Mereka diantar oleh Bobbiyansyah, S.Kep perawat (petugas TKHI) dari rumah sakit agar proses administrasinya tidak bergantung pada jadwal pelayanan di loket.

Selain menjalani pemeriksaan oleh dokter, calon jama'ah haji juga mendapatkan imunisasi Influenza dan imunisasi Meningitis. Selain itu, bagi wanita yang berada dalam batas usia subur, dilakukan pemeriksaan kehamilan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"