Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tiga Ayah Tiga Anak

Ini pemandangan yang sangat mengharukan, melihat tiga orang ayah bersama dengan masing-masing anaknya yang masih dalam usia sekolah dasar melakukan shalat Subuh berjam'ah di langgar. Pemandangan ini merupakan pemandangan yang cukup langka di daerah kami mengingat biasanya di shalat Subuh, jarang anak kecil yang ikut melaksanakannya. Namun pagi ini merupakan sesuatu yang luar biasa.

Pembiasaan anak-anak untuk ikut shalat Subuh bersama orang tua harus dibiasakan dari kecil. Kalau sejak kecil mereka sudah biasa bangun subuh, maka ketika sudah besar, mereka tidak akan mengalami kesulita lagi untuk bangun subuh.

Ada kebiasaan lain yang juga harus dilatih sejak kecil yaitu tidak tidur lagi setelah shalat Subuh. Ini adalah sebuah kebiasaan yang memerlukan upaya cukup keras untuk melakukannya. Kalau anak-anak tidak diberikan aktivitas dipagi hari, maka mereka akan tidur setelah shalat Subuh. Bagi orang dewasa hal ini tentu akan mengurangi produktivitas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"