Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Profil Singkat Ir. H. Muhammad Mawardi, MM


Dilahirkan di Amuntai, 5 Juni 1962. Beristrikan Ibu Aliyah dan dikaruniai tiga orang anak. Sebelum terpilih sebagai Bupati Kapuas, beliau bertugas sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Riwayat pendidikan beliau adalah sebagai berikut:
  • SDN Banjarbaru, lulus tahun 1974
  • SLTP Negeri Kota Baru lulus tahun 1977
  • SLTA Negeri Kota Baru lulus tahun 1981
  • Universitas Lambung Mangkurat (S1) lulus tahun 1987
  • Universitas Krisna Dwipayana (S2) lulus tahun 1999
Beliau pernah menjabat sebagai Bendahara DPD PDI-Perjuangan Kalimantan Tengah. Pengalaman organisasi dan pekerjaan beliau adalah sebagai berikut:
  • Kepala Cabang Djajanti Group (1990-2001)
  • Direktur Keuangan PT. Batang Garing (1998-2000)
  • Komisaris PT. Batang Garing (2000-2007)
  • Ketua Komisi D DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (2004-2009)
  • PMI Kota Palangka Raya (2006-2009)
  • Ketua Yayasan Pembangunan Isen Mulang Kalteng (2001-2006)
  • Dewan Penyantun GNOTA Kalimantan Tengah (2000-2004)
  • Dewan Pengasuh Badan Pengelola Dana Levy dan Great Kalimantan Tengah
  • Anggota Dewan Penasehat BKPRMI Kalimantan Tengah
  • Ketua Masyarakat Perhutanan Indonesia Kalimantan Tengah (1997-sekarang)
  • Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Kalimantan Tengah (1998-2003)
  • Dewan Penyantun KONINDA Kalimantan Tengah (2000-2004)
  • Ketua Pengda PASI Provinsi Kalimantan Tengah (2006-2010)
  • Ketua Harian IPSI Provinsi Kalimantan Tengah (2006-2010)
  • Ketua Pengda Softball (2002-2006)
Penghargaan yang pernah diraih Kabupaten Kapuas selama dipimpin beliau:
  • Penghargaan Peningkatan Produksi Beras dan Ketahanan Pangan (2008, 2009 dan 2010) dari Presiden Republik Indonesia.
  • Peringkat 6 Kategori Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia Tahun 2008 dari Komisi Pemberantasan Korupsi
  • Peringkat 4 Kategori Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia Tahun 2009 dari Komisi Pemberantasan Korupsi
  • Penghargaan Akta Kelahiran Bebas Bea/Gratis dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2011
  • Piagam Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup RI Tahun 2011
  • Pena Emas dari PWI Tahun 2011
  • Lencana Emas Adi Bakti Tani Nelayan Tingkat Madya
Sumber:
  • KPU Kabupaten Kapuas (2001) "Visi, Misi dan Program Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kapuas Tahun 2008"
  • Bagian Hubungan Masyarakat, Pemda Kabupaten Kapuas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)