Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Qurban menurut Kitab Sabilal Muhtadin




Ta'lim ini disampaikan oleh Guru Parhani pada hari Minggu, 30 Oktober 2011 di Majelis Ta'lim Al-Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. X, Kuala Kapuas. Dalam ta'lim ini guru menyampaikan topik mengenai Qurban yang merujuk pada kitab Sabilal Muhtadin karangan Syekh Arsyad Al-Banjari. Berikut ini adalah beberapa poin dalam ta'lim tersebut:
  • Perintah Qurban dalam Qur'an: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah (Q.S. Al Kautsar, 108: 2).
  • Sunat kifayah bila dalam rumah banyak orang. Sunat 'ain bila dia sendirian.
  • Lebih utama dari sedekah sunat
  • Qurban menjadi wajib dengan nazar



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"