Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Hati Yang Paling Baik



Oleh: Guru Abdul Hamid, S.Ag
Berkata Ali bin Abu Thalib: bagi Allah ta’ala itu dimuka bumi ini ada wadah (tempat) yaitu hati. Maka yang paling baik hati itu adalah yang paling bersih hatinya, paling keras dan paling lembut. Tafsirnya:
  • ·         Bersih: paling bersih dalam keyakinannya. Hatinya dalam keyakinan yang murni.
  • ·         Keras: dalam urusan agama. Tidak mengenal kompromi dalam urusan agama.
  • ·         Lembut: lembut kepada orang beriman.

Keras kepada orang kafir dan berkasih sayang kepada orang-orang beriman.
Menurutku hati yang yakin adalah ibarat dari kuatnya iman. Mampukah iman kita. Hati yang kuat dan iman yang kuat adalah tuma’ninah sebagaimana pertanyaan Allah kepada Ibrahim, “Apakah engkau tidak yakin?” Ibrahim, “Aku yakin, tapi agar hatiku tenang”. Engkau yakin walaupun tidak melihat-Ku. Yakin itu adalah beriman sepenuhnya saja. Kalau yakin, iman sudah semuanya. Tidak ada yang turun daripada langit daripada keyakinan. Cukup kalian dengan keyakinan itu menjadi kekayaan.
Rasululllah bersabda, “Kamu hendaknya meminta kepada Allah keyakinan”. Tidak ada seseorang itu diberi sesudah keyakinan itu kesehatan.
Arti keras dalam agama itu adalah kekuatan dan teguh padanya. Ada semangat yang luar biasa. Tidak takut kepada selain Allah terhadap orang yang mencela. Mereka disifatkan oleh Allah SWT dalam Qur’an, 5: 54. “Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut terhadap celaan orang yang mencela”
Nabi bersabda menyifatkan orang-orang yang kuat seperti Umar, “Yang paling kuat dalam agama ini adalah Umar”. Ucapannya hak. Saya tidak memiliki teman seperti Umar. Umar ini adalah orang paling keras dalam urusan agama. Betul-betul melaksanakan agama, baik berhubungan dengan diri beliau dan orang lain. Beliau menjadi istilah dalam keadilannya (kebenarannya). Beliau menegakkan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Beliau melaksanakan yang benar baik dekat maupun yang jauh. Demikian juga dengan sahabat-sahabat Nabi.
Lembut kepada orang-orang beriman – sayang kepada orang beriman, sayang sekali, itu termasuk akhlak yang paling mulia. Hal tersebut disifatkan kepada Rasulullah.

9: 128
Nabi bersabda, “Orang yang penyayang disayang Allah. Siapa yang tidak memiliki kasih sayang, Allah tidak sayang kepadanya”.
Nabi bersabda, “Sesungguhnya wali-wali afdal dari umatku, mereka itu tidak masuk surga dengan banyak shalatnya, apalagi puasanya, akan tetapi dengan hati yang bersih, pemurah dan penyayang kepada setiap orang Muslim.”
Aku berkata, jangan mengatakan bahwa mereka tidak banyak shalat dan puasa, mereka banyak shalat dan puasa. Mereka banyak amal saleh lainnya. Sifat-sifat ini yang disifatkan Nabi kita dan membuat mereka dekat kepada Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"