Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Peran Masyarakat Dalam Penanggulangan TBC - World TB Day 2012

Suasana penyuluhan Tuberkulosis di Gedung Lawang Kameloh
Pada hari Kamis, 15 Maret 2012 yang lalu, di Gedung Wanita Lawang Kameloh diselenggarakan kegiatan Penyuluhan Tuberkulosis (TBC) bagi masyarakat umum dan kader posyandu. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tim Penggerak PKK, HUT Kota Kuala Kapuas dan sekaligus menyambut World TB Day yang jatuh pada hari ini, 24 Maret 2012.

Dalam penyuluhan ini disampaikan bahwa peran dari masyarakat dan kader adalah mengenali tanda-tanda penyakit Tuberkulosis yang sederhana yaitu adanya batuk berdahak lebih dari tiga minggu disamping gejala-gejala lain seperti demam, berkeringat malam, sesak napas, batuk darah, tidak nafsu makan dan berat badan menurun. Kemudian bila dalam suatu keluarga ada yang menderita TBC maka anggota keluarga lain juga harus diperiksa apakah memiliki tanda-tanda diatas. Bila ada maka harus segera dirujuk ke sarana kesehatan setempat.

Penyuluhan yang dihadiri oleh 150 orang ibu-ibu ini mendapat tanggapan yang cukup baik dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta seputar masalah penyakit ini. Ternyata masih ada stigma dalam masyarakat bahwa penyakit ini bisa diturunkan dari orang tua. Padahal penyakit ini tidak ada hubungannya dengan keturunan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"