Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Souvenir karya Christianto Setiawan

Kerajinan Tangan karya Christianto Setiawan
Souvenir diatas diproduksi oleh Cristianto Setiawan, warga Kelurahan Pulau Telo, Kecamatan Selat. Beliau sudah memproduksi berbagai macam souvenir buatan tangan seperti gantungan kunci, bros, jepit rambut, bando dan lain-lain. Semuanya ini dijual dengan harga yang terjangkau. Beliau menerima pembuatan souvenir untuk acara pernikahan (minimal dipesan satu bulan sebelumnya), ulang tahun dan lain-lain. Bila anda berminat untuk memesan atau ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk ini dapat menghubungi Christianto Setiawan pada HP 0852488688555.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"