Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pemanfaatan Pekarangan

Pohon pisang dan pepaya di pekarangan
Masyarakat Kabupaten Kapuas sebagian besar memanfaatkan pekarangan dengan menanaminya dengan pohon buah-buahan. Diantara pohon yang ditanam adalah pisang, pepaya, jambu air, mangga, rambutan dan sirsak. Selain itu banyak juga yang menanami pekarangan mereka dengan berbagai tanaman yang dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari seperti cabe, singkong dan tomat.

Pemanfaatan pekarangan ini turut membantu upaya penghijauan terhadap lahan terlantar yang sekarang banyak digalakkan oleh pemerintah. Di wilayah transmigrasi biasanya masyarakat memanfaatkan pekarangan dengan menanaminya dengan pohon yang buahnya dapat dijual seperti nangka, cempedak, nanas dan rambutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"