Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pertemuan Pembekalan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik)

Ibu Rita (Dinkes Provinsi) sedang memberikan materi
Pada hari Sabtu, 23 Juni 2012 bertempat di aula Hotel Madani, Jl. Patih Rumbih, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Pertemuan ini dihadiri oleh petugas puskesmas dan kader dari desa-desa yang memiliki pasien demam berdarah.

Pertemuan ini memberikan pembekalan kepada para kader juru pemantau jentik (Jumantik) mengenai Sistem Kewaspadaan Dini Demam Berdarah Dengue (SKD DBD). Saat ini bila ada kasus demam berdarah yang dilaporkan positif, maka akan dilakukan penyelidikan epidemiologis yang salah satu kegiatannya adalah memantau jentik yang ada di rumah penderita dan rumah-rumah disekitarnya.

Pemateri dari kegiatan ini terdiri dari narasumber provinsi dan kabupaten. Dari provinsi diisi oleh Ibu Rita, sedangkan dari kabupaten disampaikan oleh Ibu Tri dan Pak Bambang. Setelah istirahat siang, peserta langsung melakukan praktek lapangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"