Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tempat Perindukan Vektor Demam Berdarah

Ban-ban bekas di Desa Tambun Raya yang tergenang air dibagian dalamnya
Pada saat melakukan tindak lanjut investigasi kasus demam berdarah di Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas pada pertengahan bulan Juni 2012 yang lalu, pihak Dinas Kesehatan menemukan disekitar rumah warga yang terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak terdapat ban-ban bekas yang di dalamnya tergenang air. Setelah diperiksa rupanya pada genangan air tersebut terdapat jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti, vektor Virus Dengue (penyebab DBD).

Warga masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dengan tempat dimana nyamuk dapat berkembang biak, sehingga masalah demam berdarah ini tidak lagi menyebabkan kematian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"