Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

dr. Susanto - Dokter Puskesmas Danau Rawah

dr. Susanto (paling kanan)
dr. Richard Alexander Susanto merupakan Dokter PTT lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Terhitung sejak 1 April 2012 yang lalu, beliau ditugaskan di Puskesmas Danau Rawah. Beliau memiliki tempat praktek di Dusun Bukit Batu, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Menurut keterangan yang beliau sampaikan, perlu waktu satu jam untuk menuju tempat praktek dari Puskesmas Danau Rawah.

Dusun Bukit Batu merupakan daerah lintasan jalan Trans Kalimantan jalur tengah (Palangka Raya - Buntok). Lokasi praktek ini adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang berada di daerah hulu dari Sungai Muroi seperti dari Desa Pantar Kabali. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"