Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pawai Takbiran Idul Adha 1433 H / 2012 M

Pada hari Kamis, 25 Oktober 2012 setelah shalat Isya, Informasi Kapuas menyempatkan diri untuk datang ke depan rumah jabatan Bupati untuk melihat persiapan Pawai Takbiran Idul Adha 1433 H / 2012 M.
Ketika Informasi Kapuas sampai ke sana, baru beberapa mobil dan arak-arakan saja yang ada di depan rumah jabatan.
Peserta pawai ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari dinas-dinas dilingkungan pemerintah kabupaten sampai masyarakat umum.
Kendaraan yang digunakan untuk pawai pun bermacam-macam, umumnya peserta pawai menggunakan mobil yang memiliki bak terbuka.
Ada juga peserta yang menggunakan becak, ada juga yang menggunakan gerobak dorong, ada juga yang menggunakan motor Tossa yang memiliki kapasitas yang besar.
 Bentuk yang ditampilkan pun bermacam-macam, ada miniatur masjid, ada miniatur langgar (seperti Langgar Al-Inayah, di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. IXA).
Mengenai rute pawai, Informasi Kapuas belum sempat mendapatkan informasinya. Formasi peserta pawaipun disiapkan oleh Polisi Lalu Lintas.
Peserta yang menggunakan kendaraan roda empat (mobil) dijejerkan di Jalan Sudirman dengan mengarah ke rumah jabatan. Sedangkan peserta yang lain disusun di depan rumah jabatan sampai ke Polres.
Peserta pawai datang satu demi satu, ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan roda dua, ada juga yang menggunakan kendaraan roda empat.
Disepanjang jalan yang akan dilewati oleh pawai sudah dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menyaksikan pawai. Bagian depan pawai akan ditempati oleh Drum Band Bahana Gita Praja yang sempat berlatih di halaman Gedung Wanita Lawang Kameloh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"