Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Qurban di Ponpes Al-Amin Kapuas

Pak Sumarjito (paling kiri) sedang menguliti sapi
Tahun ini, 1433 H / 2012 M ada lima ekor sapi yang dikurbankan. Meningkat satu ekor dibandingkan tahun lalu. Penyembelihan hewan Qurban dilakukan di halaman belakang pondok pesantren. Tahun ini dibuat beberapa lubang untuk pemotongan, menghindari bau yang terlalu menyengat belajar dari tahun lalu. Menurut keterangan Pak Uci, tahun ini disiapkan 500 buah kupon yang dibagikan kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. Untuk masing-masing kupon akan diberikan daging sebanyak 250 gram ditambah dengan yang lain-lain. 

Komentar

  1. blog yang sangat bagus dan menambah pengetahuan..apa saya bisa belajar membuat blog seperti ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)