Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Qurban di Ponpes Al-Amin Kapuas

Pak Sumarjito (paling kiri) sedang menguliti sapi
Tahun ini, 1433 H / 2012 M ada lima ekor sapi yang dikurbankan. Meningkat satu ekor dibandingkan tahun lalu. Penyembelihan hewan Qurban dilakukan di halaman belakang pondok pesantren. Tahun ini dibuat beberapa lubang untuk pemotongan, menghindari bau yang terlalu menyengat belajar dari tahun lalu. Menurut keterangan Pak Uci, tahun ini disiapkan 500 buah kupon yang dibagikan kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. Untuk masing-masing kupon akan diberikan daging sebanyak 250 gram ditambah dengan yang lain-lain. 

Komentar

  1. blog yang sangat bagus dan menambah pengetahuan..apa saya bisa belajar membuat blog seperti ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"